Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA lulusan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) diingatkan untuk terus mewaspadai ancaman bangsa dan mengatasi tantangan dalam pengabdian kepada negara. Mereka merupakan perekat NKRI yang diharapkan memberi teladan kepada masyarakat.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Rektor IPDN Murtir Jeddawi mengemukakan hal tersebut pada Wisuda IPDN 2019, di Gedung Balairung Rudini, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, kemarin.
“Tantangan bangsa ini semakin berat dan kompleks. Ancaman seperti radikalisme dan terorisme menjadi tantangan kita dan tanggung
jawab Anda menjaga NKRI. Tantangan lain seperti narkoba yang menjadi musuh generasi juga jadi ancaman terbesar,” sebut Tjahjo.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada praja muda IPDN program diploma IV, sarjana stra-ta satu, program magister pasca-sarjana, dan program doktoral pascasarjana yang berjumlah 980 orang tersebut.
“Tugas Anda belum selesai, yang utama ialah bagaimana Anda mengabdi di mana Anda berada. Terus belajar dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat,” imbuh Tjahjo.
Di kesempatan yang sama, Rektor IPDN Murtir Jeddawi menuturkan pada 2015, Presiden Joko Widodo mencanangkan IPDN sebagai kampus revolusi mental. Maknanya, Presiden ingin mencetak bangsa dan SDM yang memiliki perbaikan mental, fisik, spiritual, maupun dalam tata kehidupan dan berbangsa serta komitmen moral.
IPDN juga diharapkan menjadi pilot keteladanan dan inovasi dalam berbagai kehidupan. “Presiden menegaskan semua harus lahir di IPDN sehingga IPDN menjadi inovasi semua yang berkaitan dengan kebangsaan, kepribadian dan komitmen moral,” ungkapnya.
Murtir juga berharap para praja IPDN yang akan diwisuda dan dilantik Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (6/8) mampu menjadi perekat NKRI.
“Pesan saya, tetaplah jadi kader IPDN perekat NKRI, di mana pun berada tetaplah memiliki sifat pamong yang mengayomi, melayani, memberdayakan masyarakat. Terus tingkatkan kualitas pendidikan dan kelembagaan IPDN.”
Jauhi korupsi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo lebih lanjut berpesan agar wisudawan IPDN untuk menjauhi korupsi. “Hati-hati pada perencanaan anggaran, pada jual beli jabatan, mekanisme belanja barang dan jasa, ini semua harus Anda perhatikan,” pesan Tjahjo.
Ia juga meminta para wisuda-wan mawas diri dan mengingat bahwa setiap tindakan dan perbuatan akan selalu dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, para wisudawan diharapkan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah dan dalam mengambil kebijakan.
Tjahjo berharap seluruh wisudawan IPDN untuk bersinergi dan berkoordinasi dengan setiap pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas dan keamanan.
“Tugas Anda di tingkat kecamat-an, kabupaten/kota, ingat bahwa Anda tidak berdiri sendiri, karena yang namanya pemerintah ada TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat yang merupakan bagian dari pemerintahan yang harus bersinergi,” imbuhnya. (P-2)
Para pemimpin daerah harus konsisten memegang amanah rakyat dan tidak mencoba mencari celah korupsi yang hanya akan mencederai kepercayaan publik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved