Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Elite Politik Indonesia Perlu Belajar Berpikir Jangka Panjang

Putri Rosmalia Octaviyani
27/7/2019 16:39
Elite Politik Indonesia Perlu Belajar Berpikir Jangka Panjang
Pakar Politik Siti Zuhro (tengah) memberi penjelasan saat diskusi di Jakarta, Sabtu (27/7).(MI/Ramdani)

Peneliti Politik LIPI, Siti Zuhro, menilai elite politik di Indonesia harus belajar untuk dapat menentukan arah politik jangka panjang. Saat ini, elite-elite politik dianggap kurang visioner dan hanya memikirkan apa yang dibutuhkan dalam waktu dekat.

"Makanya mungkin kita harus mulai pikir bagaimana mereview agar tidak jangka pendek pikirannya," ujar Siti, di De Consulate Resto, Jakarta, Sabtu, (27/7).

Siti mengatakan itu setelah adanya perubahan sikap beberapa parpol yang sebelumnya tegas bersikap sebagai oposisi saat pemilu prrsiden. Setelah kalah, mereka cenderung mendekat dengan pemerintah dan enggan menyatakan sikap sebagai oposisi.

Sikap tersebut puncaknya ialah ketika terjadi pertemuan Prabowo dengan Megawati tanpa penegasan sikap politik untuk tetap menjadi oposisi. Banyak pendukung Prabowo yang kecewa atas sikap tersebut.

"Saya melihat arahnya ini yang kita belum tahu. Ini tentu bisa dibayangkan akan ada resistensi dari publik. Bila Gerindra masuk parlemen saja sebenarnya akan lebih bijaksana daripada merapat atau masuk kabinet," ujar Siti.

Meski begitu, Siti mengatakan pertemuan antar elite politik tersebut tetap harus diapresiasi. Itu merupakan upaya rekonsiliasi yang juga dapat memiliki dampak baik di masyarakat.

"Kita lihat pertemuan itu menurut saya apapun kekurangan kelebihannya harus diapresiasi, itu rekonsiliasi ala Indonesia, itu apa yang bisa dihadirkan pemimpin Indonesia meski sebelumnya bersaing adu gagasan tapi ada kedewasaan setelahnya, ada kematangan politik," ujar Siti. (OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya