Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

PDIP: Jokowi Meletakkan Arah Tepat, Modern dan Kokoh Berprinsip

Mediaindonesia.com
15/7/2019 09:51
PDIP: Jokowi Meletakkan Arah Tepat, Modern dan Kokoh Berprinsip
Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Minggu (15/7).(Antara )

PDI Perjuangan memberikan apresiasi atas pidato Presiden Joko Widodo tentang visi pembangunan Indonesia ke depan.

"Sebagai Presiden, Pak Jokowi memiliki sense of direction bagi masa depan bangsa. Berbagai tantangan kemajuan teknologi, kompetisi antarbangsa, dijawab dengan sangat baik melalui visi Indonesia Raya. Kesemuanya menyentuh aspek paling mendasar, bahwa pembangunan manusia Indonesia menjadi kunci gerakan kemajuan tersebut," kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya, Senin (15/7).

Dia menambahkan Presiden Jokowi dinilai jujur dan melihat secara jernih tantangan yang dihadapi Indonesia, dan menegaskan betapa pentingnya pola pikir yang baru.

"Apa yang ditegaskan oleh Presiden bahwa tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Dan ketegasannya bahwa bangsa Indonesia harus berubah, adaptif, produktif, lebih kreatif, dan kompetitif, menunjukkan kuatnya pemahaman terhadap sense of direction tersebut."

PDI Perjuangan juga menilai bahwa menjadi pemimpin itu harus kokoh dalam prinsip, terlebih ketika berkaitan dengan Pancasila dan Kebhinnekaan Indonesia. Pemimpin juga harus  memegang teguh konstitusi dan menjalankannya dengan selurus-lurusnya.

baca juga: Kekeringan Picu Produksi Cabai Merosot

"Prinsip itulah yang ditegaskan Pak Jokowi. Syarat bagi Indonesia Satu adalah Pancasila yang dibumikan dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap tegas Presiden yang tidak memberikan ruang sedikitpun terhadap bagi pihak-pihak yang mengganggu Pancasila bagaikan national call bagi seluruh lembaga negara. Seluruh aparat penegak hukum dan seluruh jajaran kementrian negara untuk menjalankan kebijakan yang ideologis tersebut. Dengan menjadikan Pancasila hidup dalam seluruh gerak kehidupan berbangsa, maka Indonesia yang satu, berdaulat, berkemajuan, adil dan makmur bisa kita wujudkan," tambahnya.


Di dalam Indonesia yang satu itulah, setiap warga negara Indonesia diperlakukan sama, setara, dan menjadi warga yang memiliki kesadaran untuk terus berjuang bagi kejayaan bangsanya. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya