Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kelompok Berpendidikan Jadikan Ancaman Terorisme Makin Serius

Ferdian Ananda Majni
10/7/2019 21:59
Kelompok Berpendidikan Jadikan Ancaman Terorisme Makin Serius
Pengamat Terorisme Al Chaidar(MI/Agung Wibowo)

KETERLIBATAN individu berpendidikan tinggi dalam jaringan kelompok teroris membuat level ancaman terorisme semakin serius dan kompleks dihadapi oleh Indonesia.

Pengajar sekaligus pengamat terorisme Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Al Chaidar mengatakan, individu berpendidikan tinggi dalam jaringan teroris punya pengaruh dan jaringan yang kuar dalam melancarkan aksi terornya.

"Ini yang sulit sekali dibendung, sementara mereka dengan bebas merekrut orang-orang yang ada di Indonesia dengan media sosial yang ada," katanya kepada Media Indonesia.

Baca juga : Presiden Ingatkan Polri Soal Ancaman Terorisme dan Radikalisme

Ia pun setuju dengan peringatan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam HUT Bhayangkara ke-73, Rabu (10/7). Presiden meminta Polri untuk mengantisipais ancaman terorisme dan radikaliems yang makin serius.

Di sisi lain, Al Chaidar meminta Pemerintah dan Polri mewaspadai dakwah virtual yang dilakukan terotisme dan penyebar paham radikalisme yang makin marak.

Menurutnya, jaringan teroris kini juga memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk menyebarkan pahamnya. Salah satunya lewat aplikasi yang punya enrkipsi tinggi.

Repotnya, aplikasi tersebut bisa dengan mudah didapatkan di pasaran, "Hal itulah yang buat dari sisi pemerintah, jadi makin kompleks penanganannya," tandasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya