Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLIBATAN individu berpendidikan tinggi dalam jaringan kelompok teroris membuat level ancaman terorisme semakin serius dan kompleks dihadapi oleh Indonesia.
Pengajar sekaligus pengamat terorisme Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Al Chaidar mengatakan, individu berpendidikan tinggi dalam jaringan teroris punya pengaruh dan jaringan yang kuar dalam melancarkan aksi terornya.
"Ini yang sulit sekali dibendung, sementara mereka dengan bebas merekrut orang-orang yang ada di Indonesia dengan media sosial yang ada," katanya kepada Media Indonesia.
Baca juga : Presiden Ingatkan Polri Soal Ancaman Terorisme dan Radikalisme
Ia pun setuju dengan peringatan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam HUT Bhayangkara ke-73, Rabu (10/7). Presiden meminta Polri untuk mengantisipais ancaman terorisme dan radikaliems yang makin serius.
Di sisi lain, Al Chaidar meminta Pemerintah dan Polri mewaspadai dakwah virtual yang dilakukan terotisme dan penyebar paham radikalisme yang makin marak.
Menurutnya, jaringan teroris kini juga memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk menyebarkan pahamnya. Salah satunya lewat aplikasi yang punya enrkipsi tinggi.
Repotnya, aplikasi tersebut bisa dengan mudah didapatkan di pasaran, "Hal itulah yang buat dari sisi pemerintah, jadi makin kompleks penanganannya," tandasnya. (OL-7)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Korlantas Polri resmi menghentikan one way nasional KM 414 hingga KM 70 pada Rabu (25/3) sore karena arus balik Lebaran 2026 mulai melandai.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
Pendaftaran Bintara Penerimaan Polri 2026 resmi dibuka dengan kuota 5.141 orang. Cek syarat, cara daftar online, dan batas waktu verifikasi hingga 30 Maret 2026!
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama 2026 mulai 9-30 Maret. Cek syarat lengkap, kuota 6.900 orang, dan cara daftar di sini!
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved