Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Prabowo tak Tutup Kemungkinan Maju di Pilpres 2024

Rahmatul Fajri
04/7/2019 11:33
Prabowo tak Tutup Kemungkinan Maju di Pilpres 2024
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.(AFP/Adek Berry)

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan jika pendukungnya ingin Prabowo Subianto untuk kembali maju di Pilpres 2024,  partainya siap mendukung keinginan tersebut.

"Kalau memang Pak Prabowo dibutuhkan rakyat, diingankan rakyat, tentu Gerindra siap mendukung Pak Prabowo maju lagi di 2024, kenapa tidak?" kata Andre, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Meski demikian, Andre mengaku terlalu dini untuk membahas perihal pencalonan Prabowo tersebut. Menurutnya, Pilpres 2019 baru saja selesai dan untuk berbicara terkait politik di 2024 masih terlalu jauh. Selain itu, ia menilai pada lima tahun ke depan politik akan berjalan dinamis dan semua kemungkinan masih bisa terjadim

"2024 itu masih jauh kita lihat lah perkembangan dinamika. Yang sekarang kami belum terpikir untuk 2024. Masih jauhlah," kata Andre.

Lebih lanjut, Andre mengatakan perihal pencalonan tersebut bergantung sepenuhnya kepada Prabowo sendiri. Maka dari itu, ia tidak bisa memastikan apakah Prabowo memenuhi keinginan pendukung tersebut.

"Siapa tahu Pak Prabowo juga tidak mau, memberikan kesempatan kepada yang muda kan bisa juga. Jangan berandai-andai lah, masih jauh," kata Andre.

Seperti diketahui, nama Prabowo Subianto mencuat dalam daftar bursa capres 2024 yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masuk dalam deretan figur potensial untuk bertarung di Pilpres 2024.

Selain Prabowo, juga terdapat Sandiaga Uno, Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga juga masuk dalam radar.

Rully mengatakan setelah kalah pada Pilpres 2019 lalu, Prabowo dan Sandiaga diyakini masih memiliki tingkat keterpilihan, lantaran tingkat popularitasnya berada di atas 25%, sehingga bisa bersaing dengan calon lainnya.

"Tingkat popularitas pada survei sebelumnya, 25% dari seluruh sampel yang kita survei, biasanya dari 2000 responden dianggap mewakili dan proyeksi nasional. Popularitas di atas 25%, Mereka punya potensi jadi capres," kata Rully, ketika konferensi pers di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (2/6). (OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya