Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah telah merekomendasikan Haris Hasanudin kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) untuk menjadi Kakanwil Kemenag Jawa Timur guna mempermudah sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Tidak," tandas Khofifah saat memberikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/7).
Namun, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Muhammad Basir menekankan kembali perihal ada tidaknya interaksi dengan Romi terkait pencalonan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim, Khofifah mengaku sempat berkirim pesan kepada Romi saat ia diminta oleh Romi untuk hadir dalam sebuah kampanye di Jawa Timur.
"Ada WA (whatsapp) di awal Februari, 2 Februari," ujar Khofifah.
Baca juga: Khofifah Mengaku tak Kenal Romi Secara Personal
Saat menjawab undangan dari Romi tersebut, Khofifah mengaku sekaligus menyampaikan titipan pertanyaan dari Kiai Asep Saifuddin Chalim perihal kepastian posisi Haris Hasanuddin yang belum juga dilantik sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Uniknya, dalam menyampaikan titipan pertanyaan tersebut, Khofifah hanya mengisyaratkannya melalui teks singkat 'awas kanginan' kepada Romi.
"Jadi saya jawab di WA itu, awas kanginan. Jadi sifatnya itu adalah pertanyaan, sudah selesai semua proses, menurut Kiai Asep ini kenapa tidak dilantik karena ini sudah nominator utama," tutur Khofifah.
Menanggapi jawaban Khofifah yang dinilainya amat simbolik tersebut, Jaksa Basir bertanya, "Awas kanginan Pak Romi nangkap, gitu? Enggak ada pendahuluannya bagaimana Pak Romi nangkap?", selidiknya.
Khofifah lantas menjawab, bahwa dua kata tersebut nyatanya dapat dengan mudah ditangkap oleh Romi, "Romi jawab WA, apa yang dimaksud ini Haris Jawa Timur? Saya jawab iya," jawab Khofifah.
Merasa belum puas, Jaksa Basir kembali mempertegas kepada Khofifah apa makna dari kata kanginan itu sendiri.
"Karena kalau sudah selesai tidak dilantik-lantik, nanti masuk angin," tukas Khofifah.
Sebelumnya, nama Khofifah muncul pertama kali dalam pusaran kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) berdasarkan kesaksian Mantan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (Romi).
"Dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai. Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana dan kemudian ibu Khofifah Indar Parawansa," kata Romi di Gedung KPK, pada Jumat (22/3).
Nama Khofifah kembali muncul, saat Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim memberikan kesaksiannya yang menjelaskan bahwa ia pernah mendapat masukan dari Romi untuk memilih Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Di mana, disebutkan bahwa masukan tersebut bermuara dari beberapa tokoh lainnya, termasuk Khofifah.
"Saudara Romahurmuziy pernah menyampaikan kepada saya bahwa saudara Haris itu mendapatkan semacam rekomendasi, pejabat daerah, gubernur Jawa Timur, beberapa tokoh ulama itu memberikan apresiasi terhadap saudara Haris," ujar Menag Lukman Hakim di Pengadilan Tipikor, Rabu (26/6). (OL-4)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) dan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) mengampanyekan pentingnya pencatatan pernikahan kepada masyarakat.
KPK memanggil saksi lain sebelum memeriksa tersangka kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) sebelum memeriksa Yaqut Cholil Qoumas.
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
KPK didesak mengusut tuntas aliran dana dugaan korupsi kuota haji Kemenag 2023–2024 yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp1 triliun.
Angka ini melampaui target yang ditetapkan Bappenas, yaitu 1,3 juta pegawai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved