Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

TKN Bantah Jokowi Telah Bertemu Prabowo di Thailand

Putri Rosmalia Octaviyani
28/6/2019 16:45
TKN Bantah Jokowi Telah Bertemu Prabowo di Thailand
WAKIL Ketua TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani,(. MI/Susanto)

WAKIL Ketua TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, membantah info adanya pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Thailand secara diam-diam. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada pertemuan atau rencana pasti terkait pertemuan atau rekonsiliasi kedua tokoh tersebut.

Seperti diketahui, Jokowi baru saja menghadiri KTT ke-34 ASEAN di Bangkok pada 22 Juni lalu. Dikabarkan pada saat yang bersamaan Prabowo juga berada di Bangkok.

Baca juga: Rekonsiliasi Jangan Diartikan Bagi-Bagi Kursi

"Saya dapat infonya adalah pak Prabowo memang ada di sana (Thailand), tapi tidak bertemu. Karena jadwal Pak Jokowi kan juga padat di situ. Jadi tidak bertemu," ujar Arsul, di gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/6).

Arsul mengatakan, bahwa komunikasi antara keduanya juga belum terjadi. Komunikasi diketahuinya hanya terjadi antara beberapa elite politik dari kubu 01 dan 02.

"Yang saya tahu memang ada komunikasi. Komunikasi itu antara lain untuk supaya dalam pada waktu itu persiapan dan juga selama proses persidangan di MK itu supaya terkendali, itu saja," tandasnya.

Arsul mengatakan, pascaputusan MK sangat mungkin ada pertemuan antara keduanya, meski belum dapat dipastikan kapan akan terlaksana. Hal ini, kata Arsul, mengingat Jokowi juga masih memiliki jadwal yang padat menghadiri pertemuan-pertemuan internasional.

"Ya sangat mungkin. Kalau yang disampaikan dari pidatonya Pak Jokowi tadi malam itu sangat mungkin (bertemu)," terangnya.

Baca juga: MK Satu-Satunya Upaya Hukum Terakhir Prabowo-Sandi

Arsul mengatakan, TKN juga tidak mempersalahkan Prabowo dan Sandiaga yang tidak mengucapkan selamat pada Jokowi saat merespons putusan MK. Ia mengatakan hal itu wajar mengingat putusan MK baru sekedar menolak gugatan 02.

"Itu kan baru putusan MK. Nanti baru bisa disorot setelah ada penetapan dari KPU dong. Jadi itu nanti yang baru kita lihat, beliau mengucapkan selamat apa tidak. Keputusan MK kan belum menetapkan presiden," tutur Arsul. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya