Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Alumni ITS Siap Dukung Program Jokowi

Wisnu Arto Subari
05/5/2019 20:40
Alumni ITS Siap Dukung Program Jokowi
Alumni ITS gelar Tasyakuran Pemilu 2019(Dok. Alumni ITS)

RELAWAN Alumni Institut Sepuluh November (ITS) ingin merajut kembali perbedaan pilihan Alumni ITS. Alumni ITS  juga menyampaikan pesan bahwa banyak juga alumni yang pro-Joko Widodo. Karena itu, alumni ITS ingin memberikan usulan berupa kontribusi untuk mendukung program Jokowi.

Tiga poin tersebut mencuat dalam acara Tasyakuran Pipres 2019 untuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, yang berlangsung di Century Hotel Jakarta, pada Sabtu (4/5).

"Kita menggelar acara ini juga sebagai syukuran karena kita telah menyelenggarakan Pilpres dengan aman. Karena pilpres telah selesai, kita terus merajut kebhinekaan. Kita sebagai alumni tidak sepakat dengan adanya hoaks. Kita tetap berkawan. Pada syukuran ini, alumni ITS juga memiliki kepedulian, dalam bentuk memberikan donasi bagi petugas KPPS yang meninggal saat pilpres kemarin," ujar Joseph Setiawan, tokoh Alumni ITS, di sela-sela acara syukuran itu.

Baca juga : Masuk Bulan Ramadan, Pendukung 01 dan 02 Harus Berdamai

Menyinggung soal perayaan kemenangan Pilpres 2019, di hadapan ratusan alumni ITS, Joseph mengatakan bahwa proses perhitungan masih berjalan. Karenanya, ia megimbau semua pihak tetap menghormati proses penghitungan suara yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Acara tasyakuran kesuksesan yang dihadiri oleh ratusan alumni itu ditutup dengan talk show teknologi dana inovasi.

Dalam sesi talkshow, tokoh alumni ITS lain, Irnanda Laksanawan, mengatakan bahwa saatnya alumni ITS memberikan sesuatu, seperti blue paper bagi Jokowi-Amin.

Karena hingga saat ini, begitu banyak kendala inovasi yang dihadapi negeri ini. Ia berharap, alumni ITS memiliki usulan kepada pemerintah seputar inovasi.

"Setidaknya, saat ini RUU inovasi yang diusulkan bisa segera terealisasi," ujarnya.

Pihaknya mendorong agar dalam amendemen Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 melalui RUU tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SISNAS IPTEK), peran inovasi dapat dimasukkan dan dapat diperbesar.

Harapannya  Dewan Riset Nasional dapat diperluas menjadi Dewan Riset dan Inovasi Nasional. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya