Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG pukul 22.00 WIB pada Jumat (3/5), suasana di aula KPU Banyumas tetap kondusif. Para petugas berhasil menyelesaikan rekapitulasi suara Pemilu 2019 meliputi penghitungan suara untuk Pilpres dan Pileg.
Usai penghitungan selesai dilakukan penandatangan berita acara. Sejak awal dibuka, orang-orang yang hadir untuk menyaksikan proses penghitungan suara di aula KPU ini tidak diketahui apakah nantinya mereka akan menyetujui hasil rekapitulasi atau tidak.
Apalagi saat rapat pleno terbuka, sempat terjadi interupsi dilakukan oleh saksi pasangan O2 Khaerul Anwar. Ia mempersoalkan tidak dimasukkannya berkas penghitungan suara dari panitia pemilih Kecamatan Sumbang.
Interupsi itu ditampung dan keberatannya dimasukkan ke dalam catatan nantinya. Sehingga proses pleno terbuka rekapitulasi dapat berlanjut kembali. Wajah-wajah yang hadir dalam pleno terbuka terlihat lega. Mereka yang datang tidak hanya dari saksi pasangan capres-cawapres dan parpol, melainkan juga dari tokoh-tokoh masyarakat maupun dari forum
komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda). Tentu saja, harapan mereka suasana tetap kondusif dan penuh kedamaian.
Setelah berlangsung sekitar dua jam lebih pembacaan masing-masing perolehan suara mulai dari capres-cawapres, DPD, sampai pada masing-masing partai, tibalah agenda penandatanganan berita cara rekapitulasi penghitungan suara. Atau disebut sebagai sertifikat hasil perhitungan suara. Setelah lima komisioner KPU Banyumas maju ke depan,
kemudian dipanggil juga saksi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan 02.
Ada tiga orang yang maju. Mereka adalah Yuliadi Fajar, saksi pasangan 01 serta dua orang saksi pasangan 02 yakni Khaerul Anwar dan Pangestu. Pangestu yang kemudian membubuhkan tanda tangan didampingi oleh Khaerul. Bahkan, antarsaksi saling berangkulan. Tak ada dendam, semuanya tersenyum. Sontak tepuk tangan dan wajah-wajah ceria terlihat di aula KPU setempat. Saksi pasangan 02 telah memberikan angin segar kedamaian karena menerima rekapitulasi suara yang ada.
Mereka menerima, karena data dari para saksi 02 di lapangan sama dengan hasil rekapitulasi suara di KPU Banyumas. Dalam penghitungan hasil rekapitulasi yang dipimpin oleh Ketua KPU Banyumas Imam Arif Setiadi diperoleh hasil pasangan 01 Jokowi-Amin mendapatkan 792.150 suara atau 74,26%, sedangkan pasangan 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 274.618 atau 25,74% dari total suara sah sebanyak 1.066.768 suara. Ada 20.215 suara yang tidak sah, dan tingkat partisipasi mencapai kisaran 80%.
Khaerul mengatakan bahwa pihaknya menerima hasil rekapitulasi, karena data tersebut tidak ada perbedaan dengan data para saksi 02 di lapangan.
"Kita tetap bekerja, berkoordinasi menyelamatkan suara 02. Dari data teman-teman yang ada di lapangan, sama dengan data rekapitulasi, jadi memang tidak ada (kecurangan). Hanya memang, saya jadi memberikan catatan mengenai berkas penghitungan dari PPK Sumbang yang tidak masuk dalam amplop. Namun, untuk suaranya memang tidak berubah. Itu sekadar catatan saja,"ungkapnya.
Saksi pasangan nomor urut 01, Yuliadi Fajar, mengatakan kalau dirinya juga menerima hasil penghitungan yang direkapitulasi oleh KPU.
"Kami berterima kasih, karena semuanya lancar dan saksi 02 juga menerima. Ini hal yang baik bagi semuanya," katanya.
baca juga: KPU Siapkan Rancangan Baru Sistem Pemilu
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa situasi di Banyumas kondusif. Apalagi masing-masing saksi menerima dan tanda tangan.
"Kita dapat lihat semuanya, kalau rekapitulasi penghitungan suara berlangsung kondusif. Kini saatnya melangkah bersama. Mari kita membangun Banyumas dan Indonesia secara bersama-sama. Karena semua seduluran (bersaudara)," tambahnya.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved