Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin merespons hasil Ijtima Ulama III yang menyebut telah terjadi kecurangan pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis dan masif. Menurutnya, jika ada pelanggaran pemilu seperti tudingan itu harus didasari bukti bukan klaim semata.
"Kan harus berdasarkan alasan dan bukti-bukti pelanggarannya, ya kan. Kalau ada pelanggaran dilaporkan ke kita. Kita tunggu laporannya," jelas Afif di Jakarta, Kamis (2/5).
Acara Ijtima Ulama III yang melibatkan 1.000 ulama dan tokoh nasional berlangsung di Bogor, Rabu (1/5) kemarin. Pertemuan itu juga meminta Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi paslon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Kita menjalankan aturan saja, tidak mengomentari yang begitu-begitu. Belum ada dari mereka (laporan BPN)," kata Afif.
Baca juga: TKN Nilai Ijtimak Ulama Alpa Sampaikan Bukti Konkret
Bawaslu, lanjut Afif, bisa saja mendiskualifikasi paslon dalam kontestasi pemilu tetapi harus didasari bukti kecurangan yang faktual dari temuan yang meyakinkan.
"Berdasarkan bukti ya, serta laporan dan temuan yang meyakinkan. Silakan (melapor). Kita tunggu," tandasnya.
Terpisah, juru bicara BPN Andre Rosiade menuturkan pihaknya saat ini memiliki dua kegiatan, yakni mengumpulkan formulir C1 plano untuk mengawal perhitungan suara. Lalu, mengumpulkan bukti-bukti kecurangan untuk dilaporkan ke Bawaslu.
"Kalau memang bukti kecurangan cukup tentu wewenang Bawaslu ya yang merekomendasikan diskualifikasi itu, bukan domain kami," kata Andre.(OL-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved