Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kyai Ma'ruf Minta Jangan Dipanggil Wapres Dulu

M Sholahadhin Azhar
27/4/2019 16:00
Kyai Ma'ruf Minta Jangan Dipanggil Wapres Dulu
Cawapres 01 Ma'ruf Amin(MI/Pius Erlangga)

CALON wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menghadiri syukuran relawan di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di kesempatan itu ia mengutarakan keberatan karena disebut sebagai wakil presiden.
 
"Syukuran tentu bukan karena saya terpilih, karena saya belum terpilih. Jadi Insya Allah terpilih, makannya saya bilang jangan bilang Kiai Haji Ma'ruf wapres dulu jangan, tapi siap-siap jadi wapres," ujar Ma'ruf di lokasi, Sabtu (27/4).
 
Ucapan itu disambut tawa dan sorakan relawan. Ma'ruf tak marah dipanggil dengan sebutan itu, namun ia menakar kepantasan. Mengingat saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), masih melakukan rekapitulasi suara. Pengumuman resmi pemenang pemilihan presiden akan diumumkan setelah 22 Mei 2019. 

"Jadi sekarang ini baru siap-siap, nanti kalau sudah ada real countnya ditetapkan oleh KPU baru jadi sah, mudah-mudahan," beber Ma'ruf.

 

Baca juga: Polemik Pemilu 2019, PDIP: Putusan MK Jadi Sebabnya
 

Ia bersukur atas hasil hitung cepat dengan kemenangan 56% untuk pihaknya. Ma'ruf berharap hasil hitung riil tak jauh berbeda dengan itu. Pada relawan, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga meminta dukungan penuh, baik dalam bentuk doa dan upaya untuk menjaga perolehan suara.
 
"Ini penting, mudah-mudahan kita semua siap untuk menerima kemenangan ataupun kekalahan. Kita sudah berjanji sejak awal teken kontrak siap menang siap kalah kalau tidak siap kalah ini repot," kata dia.
 
Tugas berikutnya usai penentuan kemenangan, yakni mengawal kerukunan dan keutuhan bangsa. Ma'ruf mengingatkan ada program-program besar yang membutuhkan kontribusi semua pihak.
 
Khusus untuk umat Islam, Ma'ruf meminta mereka sebagai bagian terbesar bangsa ini untuk bersatu. Sebab semuanya juga tergantung pada umat Islam. Jika negara ini maju, yang maju juga mereka juga.
 
"Nanti kalau mensejahterakan bangsa ini berhasil, yang dapat manfaatnya juga orang Islam, sebab yang banyak itu ya orang Islam. Mudah-mudahan kita tidak dipengaruhi oleh sikap-sikap ego yang berlebihan," tandas Ma'ruf. (Medcom/A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya