Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Prabowo Masih Setia dengan Strategi Firehose of Falsehood

Mediaindonesia.com
19/4/2019 19:22
Prabowo Masih Setia dengan Strategi Firehose of Falsehood
Juru bicara TKn Jokowi-Amin Ace Hasan Syadzily(MI/M. Irfan)

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, deklarasi kemenangan di Pilpres 2019 yang dilakukan Prabowo Subianto berkali-kali merupakan bagian dari strategi firhose of falsehood yang selama ini dijalankan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

"Tindakan itu memang sengaja dilakukan dengan dua modus utama. Modus pertama adalah menjalankan strategi firehose of falsehood dengan menanamkan keyakinan di pengikutnya bahwa kubu 02 sudah menang. Dengan strategi deklarasi  berulang-ulang itu pendukung disajikan realitas semu bahwa kubu 02 sdh menang dan informasi diluar itu adalah sesat dan direkayasa," kata Ace dalam keterangannya.

Tindakan lebih lanjut dari moidus tersebut, menurut Ace, ialah dengan melarang pendukung Prabowo untuk menonton televisi yang menyiarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019.

Dengan cara itu para pendukung  seperti "disihir" untuk percaya satu sumber yakni, survei internal, exit poll internal dan real count internal.

Walaupun sumber informasinya adalah konstruksi dan tidak pernah teruji kebenarannya. Tujuan utamanya adalah menggalang sentimen pendukung agar bisa disiapkan untuk aksi berikutnya.

"Bisa jadi rangkaian dari skenario kubu 02 yagg selama ini tokoh-tokohnya sudah bicara soal people power. Ini jelas manuver yang berbahaya," ujarnya.

Baca juga : BPN Harus Beberkan Bukti Kemenangan Prabowo-Sandi

Modus kedua, ujar Ace, juga berhubungan dengan yang pertama, yakni delegitimasi KPU dan juga delegitimasi hasil pemilu.

"Dengan menyebutkan angka kemenangan sebesar 62% maka mereka akan cepat bangun framing hasil perhitungan KPU berbeda dengan hasil real count mereka. Dan sudah dipastikan kubu 02 akan menyerang KPU dengan tuduh pemilu curang dan hasilnya direkayasa," ujarnya.

Ace mengungkapkan, modus semacam itu sudah diperkirakan sejak awal ketika kubu 02 membangun narasi kalah karena dicurangi. Narasi ini dirangkai sejak soal hoaks soal kointainer, pemilih siluman dalam DPT, mobilisasi aparat sampai terakhir kertas suara dicoblos.

"Modus ini disiapkan jauh hari sebelum pemungutan suara dan sekarang  mulai pelan-pelan terbukti.  Dan tujuan akhirnya adalah delegitimasi KPU dan juga delegitimasi Pemilu," tegas Ace.

Ia menegaskan,kubu 02 jelas melakukan manuver berbahaya. Upaya delegitimasi pemilu diikuti seruan people power akan membawa negara ini ke jurang perpecahan.

"Mereka sama sekali tidak peduli bahwa rakyat menyambut pemilu dengan riang gembira. Seperti apa yang disampaikan Pak Mahfud MD, pemilu itu adalah people power yang sesungguhnya. Rakyat sudah bersuara. Kita sudah lihat hasilnya di QC. Tapi kita tunggu hasil perhitungan suara dari KPU yang dilakukan secara berjenjang dan melibatkan secara terbuka saksi dari masing-masing kotestan dan juga pengamat," tukasnya.  

"Dan jika ada ketidakpuasan juga sudah disediakan salurannya. Tiga pukuh tahun proses pemilu di negara kita berlangsung dwngan damai.  Jangan karena ambisi segelintir elite politik untuk berkuasa maka rumah keIndonesiaan dibakar oleh syhawat politik mereka," tandasnya. (RO/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya