Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
TABIAT Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beserta tim di belakangnya yang kerap tidak puas dengan hasil penghitungan suara bisa membawa malapetaka terhadap keberlangsungan negara.
Jika ketidakpuasan terus digaungkan dan masyarakat terprovokasi, itu akan menimbulkan situasi tidak kondusif terutama bagi kegiatan ekonomi yang kemudian mengakibatkan negara menjadi lemah.
"Ini yang menjadi perhatian kami. Ketidakpuasan salah satu pasangan atas hasil pilpres bisa berbahaya. Karena kemarin kan Amien Rais juga mengancam untuk melakukan pengerahan massa. Itu sangat bahaya," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Grlirindrawardana kepada Media Indonesia, Kamis (18/4).
Baca juga: Quick Count Pilpres 2019
Bahaya yang dimaksud Danang, ialah ketika terjadi pengerahan massa dan penolakan terhadap hasil pemilu, kredibilitas bangsa Indonesia akan dipertanyakan oleh masyarakat internasional.
Hal itu jelas akan mempengaruhi iklim investasi di dalam negeri.
"Kalau Indonesia dibuat chaos, siapa yang mau investasi? Kalau tidak ada investasi, pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa didorong. Itu tidak kita harapkan," ucapnya.
Sekalipun ada yang tidak puas terhadap hasil pilpres, sudah semestinya mereka mengikuti mekanisme hukum yang berlaku, yakni melimpahkan kepada Mahkamah Konstitusi.
"Tapi kalau tokoh politiknya saja mendorong untuk ada people power, jatuh bangsa kita. Dia (Amien Rais) seharusnya menempatkan diri sebagai bapak bangsa. Jangan menyulut emosi massa. Semoga ini tidak terjadi," tandas Danang. (OL-7
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved