Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Mahasiswa Desak Bawaslu Lebih Responsif

Ins/Mal/Ant/KG/P-1
12/4/2019 08:55
Mahasiswa Desak Bawaslu Lebih Responsif
Kantor Bawaslu(ANTARA/RENO ESNIR)

JARINGAN Aktivis Pemuda Indonesia (Japri) mendesak Bawaslu untuk merespons laporan mereka mengenai Fahira Idris yang diduga melakukan pelanggaran saat memolitisasi aksi pada Jumat, 2 November 2018, untuk kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sampai hari ini belum ada tanggapan dari Bawaslu mengenai benar-tidaknya dugaan pelanggaran tersebut,'' jelas Koordinator Japri, Ivan.

Menurut Ivan, laporan itu kini dalam proses gantung. Padahal dalam proses hukum, jika ada suatu laporan masuk, harus segera ditindaklanjuti.

Karena hingga kemarin belum juga ada kelanjutan, mahasiswa melakukan demonstrasi di depan kantor Bawaslu. "Setidaknya Bawaslu bisa turut menjaga pesta demokrasi ini supaya berjalan dengan baik, benar, dan independen, tidak ada suatu kepentingan politik untuk memenangkan salah satu paslon," imbuh Ivan.

Padahal, menurut PKPU Nomor 23 Tahun 2018 dan juga Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, segala bentuk kegiatan politik kampanye tidak boleh melibatkan anak di bawah umur atau warga negara yang belum mempunyai hak pilih.

Sebelumnya, saat kampanye Prabowo yang digelar Roemah Djoeang Prabowo-Sandi bersama caleg DPR, Putih Sari, di area parkir utama Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang (7/4), juga diikuti anak-anak.

Anggota Bawaslu Karawang Charles Silalahi mengatakan anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, jika ada keterlibatan anak-anak dalam kegiatan kampanye, itu masuk katagori pelanggaran pemilu.

Silalahi mengatakan ada potensi pelanggaran dalam kampanye terbuka pasangan 02 yang digelar Roemah Djoeang Prabowo-Sandi bersama Sari. Namun, bentuk pelanggarannya itu ialah pelanggaran administrasi karena cukup banyak keterlibatan anak dalam kegiatan kampanye terbuka itu.

Sementara itu, Sari menyampaikan, kegiatan relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi diselenggarakan di 30 kabupaten/kota se-Indonesia, dan salah satunya di Karawang. "Kami sudah berkoordinasi dengan Bawaslu, KPU, dan pihak kepolisian untuk menggelar kegiatan ini."

Ia pun mengakui ada beberapa relawan yang membawa anak. Baginya, kehadiran anak-anak dalam kegiatan kampanye sulit dihindari. (Ins/Mal/Ant/KG/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya