Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Suara di Jateng Penentu Kemenangan Jokowi

Akmal Fauzi
10/4/2019 06:50
Suara di Jateng Penentu Kemenangan Jokowi
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.(MI/Agus Suparto)

CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo menyebut raihan suara dari Jawa Tengah menjadi penentu kemenangan dia dan cawapres Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

"Hati-hati, Jawa Tengah sangat menentukan menang dan tidaknya kita karena tambahan persentase elektabilitas di Jateng akan kita pakai untuk menutup di tempat lain. Kita harus bekerja keras. Siap?" kata Jokowi dalam kampanye di Stadion Sriwedari, Surakarta, kemarin.

Jokowi menambahkan, pada Pilpres 2014 dia bersama Jusuf Kalla meraup suara 66% di Jateng. Jika melihat antusiasme pendukungnya saat ini, Jokowi yakin suara di Jateng akan bertambah.

"Minimal 70%. Harus kerja keras. Sekali lagi kita harapkan, waktu yang tinggal 8 hari digunakan untuk konsolidasi agar 17 April nyoblos nomor 01."

Sebelumnya, ketika berkampanye di Karawang, Jawa Barat, Jokowi meminta ribuan pendukungnya untuk menyambut Pemilu 17 April 2019 dengan penuh kegembiraan.

"Saya ingatkan, jangan sampai ada kata pesimistis atau menakut-nakuti. Jangan juga sampai pesimistis, apalagi marah-marah," ujar Jokowi di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Dengan ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo, cawapres Ma'ruf Amin, dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Jokowi berkampanye sekitar 1 jam dan selanjutnya segera bertolak ke Bandung.

Sementara itu, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar kampanye akbar di Pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatra Selatan, kemarin.

"Saya gembira ketemu Anda karena sudah sumpek di Jakarta. Lihat orang munafik di situ. Saya kenal dari kecil, jadi saya sedih. Saya muak dengan elite yang berengsek," ungkap Prabowo.

"Palembang luar biasa. Saya setengah mati sampai ke sini. Saya sangat antusias dengan banyaknya orang di sini. Wong kito memang luar biasa," lanjut Prabowo.

Prabowo mengaku menerima banyak sumbangan yang diberikan secara langsung dengan berbagai nominal.

Sumbangan yang diterimanya beragam, dari Rp5.000, Rp10 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp1 juta. "Ini pertanda warga ingin perubahan, ingin pemimpin baru." (Mal/FR/CS/DW/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya