Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Startegis (Puskaptis) menyebut sebanyak 46,61% publik menginginkan calon Presiden Joko Widodo kembali memimpin untuk periode 2019-2024. Namun, angka tersebut dinilai sangat rawan bagi petahana lantaran belum menembus 50%.
"Sedangkan publik yang menginginkan ganti presiden sebanyak 34,88%, dan publik yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 18,51%," ujar Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid saat memberikan keterangan pers hasil survei bertajuk 'Top Brand Capres-Cawapres di Mata Publik', di Jakarta, Senin (8/4).
Survei tersebut dilakukan secara proporsional di 34 provinsi pada 26 Maret-2 April 2019 terhadap 1.200 responden yang punya hak pilih dan terdaftar di KPU. Survei dengan metode multistage random sampling itu memiliki margin of error 2,4% pada tingkat kepercayaan 95%.
Selain itu, sambung dia, survei juga mengupas mengenai tingkat popularitas terhadap capres-cawapres. Hasilnya, sebanyak 98,75% masyarakat mengenal paslon nomor 01 Jokowi-Amin dan 98,55% mengenal paslon 02 Prabowo-Sandi.
Baca juga: Survei Indodata: Pemilih Muslim Lebih Memilih Jokowi
Namun, untuk tingkat kesukaan justru Jokowi-Amin meraih poin 86,45% dan Prabowo-Sandi 88,83%.
"Itu merupakan gambaran tingkat keterkenalan masing-masing pasangan di mata publik dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan."
Puskaptis juga merekam tren tingkat elektabilitas atau top brand periode Desember 2018 dan Maret-April 2019. Paslon Jokowi-Amin yang sebelumnya berada di angka 45,90% justru merosot menjadi 45,37%.
Sedangkan Prabowo-Sandi dari 41,80% kini naik menjadi 47,80%. Realitas tersebut lantaran angka swing voters yang awalnya 12,30% menjadi 7,04%.
Berkaca dari hasil survei terkait elektabilitas, imbuh dia, dapat disimpulkan bahwa meningkatnya persentase paslon 02 lantaran publik memandang Prabowo-Sandi mampu memperbaiki kondisi ekonomi serta memiliki karakter tegas dan berwibawa.
Begitu pula figur Jokowi-Amin dinilai mampu melanjutkan pembangunan, merakyat, dan berpengalaman. (OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved