Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Puskaptis: 46,61% Masyarakat Ingin Jokowi Kembali Memimpin

Golda Eksa
08/4/2019 20:55
Puskaptis: 46,61% Masyarakat Ingin Jokowi Kembali Memimpin
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Puskaptis Husin Yazid (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan seusai merilis hasil survei Puskaptis(MI/ BARY FATHAHILAH)

LEMBAGA survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Startegis (Puskaptis) menyebut sebanyak 46,61% publik menginginkan calon Presiden Joko Widodo kembali memimpin untuk periode 2019-2024. Namun, angka tersebut dinilai sangat rawan bagi petahana lantaran belum menembus 50%.

"Sedangkan publik yang menginginkan ganti presiden sebanyak 34,88%, dan publik yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 18,51%," ujar Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid saat memberikan keterangan pers hasil survei bertajuk 'Top Brand Capres-Cawapres di Mata Publik', di Jakarta, Senin (8/4).

Survei tersebut dilakukan secara proporsional di 34 provinsi pada 26 Maret-2 April 2019 terhadap 1.200 responden yang punya hak pilih dan terdaftar di KPU. Survei dengan metode multistage random sampling itu memiliki margin of error 2,4% pada tingkat kepercayaan 95%.

Selain itu, sambung dia, survei juga mengupas mengenai tingkat popularitas terhadap capres-cawapres. Hasilnya, sebanyak 98,75% masyarakat mengenal paslon nomor 01 Jokowi-Amin dan 98,55% mengenal paslon 02 Prabowo-Sandi.


Baca juga: Survei Indodata: Pemilih Muslim Lebih Memilih Jokowi


Namun, untuk tingkat kesukaan justru Jokowi-Amin meraih poin 86,45% dan Prabowo-Sandi 88,83%.

"Itu merupakan gambaran tingkat keterkenalan masing-masing pasangan di mata publik dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan."

Puskaptis juga merekam tren tingkat elektabilitas atau top brand periode Desember 2018 dan Maret-April 2019. Paslon Jokowi-Amin yang sebelumnya berada di angka 45,90% justru merosot menjadi 45,37%.

Sedangkan Prabowo-Sandi dari 41,80% kini naik menjadi 47,80%. Realitas tersebut lantaran angka swing voters yang awalnya 12,30% menjadi 7,04%.

Berkaca dari hasil survei terkait elektabilitas, imbuh dia, dapat disimpulkan bahwa meningkatnya persentase paslon 02 lantaran publik memandang Prabowo-Sandi mampu memperbaiki kondisi ekonomi serta memiliki karakter tegas dan berwibawa.

Begitu pula figur Jokowi-Amin dinilai mampu melanjutkan pembangunan, merakyat, dan berpengalaman. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya