Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Partai NasDem konsisten sebagai parpol pengusung ideologi nasionalis. Salah satu implementasi dari sikap itu ialah mendukung kalangan minoritas dengan memberi tempat kepada masyarakat etnik Tionghoa untuk terlibat aktif dalam dunia politik.
Konsistensi NasDem itu terlihat dalam acara pelantikan pengurus Solidaritas Tionghoa Indonesia (Setia) yang berlangsung di Tiara Convention Center (TCC), Medan, Sumatra Utara, Rabu (3/4) malam.
Acara yang dihadiri 1.500 kader Setia tersebut dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Dalam sambutannya, Surya memaparkan bahwa pembentukan Ormas Setia merupakan sejarah awal bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Surya sangat mengapresiasi keinginan masyarakat Tionghoa yang mau aktif dan peduli terhadap politik.
"Saya merasa terharu atas inisiatif yang diambil oleh saudara-saudara Tionghoa yang berinisiatif mendirikan Ormas Setia. Hadirnya ormas ini dapat menepis persepsi negatif terhadap masyarakat Tionghoa yang berada di Indonesia," tegas Surya.
Baca juga: Kampanye NasDem Meriah
Pascadideklarasikan, Setia diproyeksikan masuk sebagai organisasi sayap NasDem. Kehadiran Setia diharapkan mampu memberikan semangat baru pada semangat persatuan dan kesatuan. "Nilai dasar ideologis bangsa ini jelas bahwa kita memiliki komitmen mengikat penghargaan setulus-tulusnya untuk menjaga masyarakat majemuk dalam pluralisme negeri ini. Itulah Bhinneka Tunggal Ika," ungkapnya.
Ia berharap NasDem dan Setia bisa berdiri berdampingan menjaga ideologi Pancasila. Ideologi itu terancam hilang jika bangsa ini tidak menempatkannya sebagai hal yang utama dalam hidup di Indonesia.
Pendiri sekaligus Ketua Setia, Anthony, menjelaskan alasan masyarakat Tionghoa mendirikan ormas tersebut, yakni untuk berdiri di samping NasDem membawa gerakan perubahan. Konsistensi NasDem dalam mengusung 19 caleg dari etnik Tionghoa telah menyadarkan Anthony bahwa masih ada parpol yang peduli dengan minoritas.
"NasDem paling banyak mencalonkan caleg dari etnik Tionghoa. Kami berjanji akan berdiri bersama NasDem untuk membawa gerakan perubahan dan juga memenangkan Jokowi-Amin," paparnya.
Ayo Nyoblos
Sejumlah lembaga dan ormas menyerukan Gerakan Ayo Nyoblos, Ayo Pantau Pemilu 2019 sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pemilu damai dan berkualitas. "Gerakan Ayo Nyoblos, Ayo Pantau ingin membangun komitmen seluruh warga negara Indonesia untuk mewujudkan Pemilu 2019 menjadi pesta demokrasi yang damai dan berkualitas," kata Benyamin Lumy, salah satu inisiator gerakan tersebut.
Menurut Benyamin, pemilu sebagai pesta demokrasi seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir dan takut untuk menyalurkan hak pilih. Ia juga berharap pemilu tidak menimbulkan permusuhan yang mengancam persatuan dan kesatuan.
Puluhan lembaga, komunitas, dan ormas yang bergabung dalam gerakan itu antara lain komunitas Beneran Indonesia, Forum Keamanan Siber dan Informasi (Formasi), Fornas Perempuan Bhinneka Tunggal Ika, Gema Mathlaul Anwar, GM Kosgoro, GAMKI, GITA, GKI, GMKI, dan GP Ansor. (Ant/P-2)
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
POLITIK sering riuh oleh slogan, tapi sepi etika. Kita mudah terpukau oleh janji muluk, retorika yang memabukkan, dan klaim kemenangan seolah tanda kelayakan moral.
KPPOD menilai 25 tahun otonomi daerah menunjukkan kemajuan penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM, namun tren resentralisasi dan ketergantungan fiskal ke pusat menguat.
Prabowo juga melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Mahfud mengatakan posisi Polri saat ini merupakan hasil reformasi 1998.
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved