Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jokowi akan Pertemukan Perpadi dengan Perbankan 

Ferdinand
03/4/2019 14:14
Jokowi akan Pertemukan Perpadi dengan Perbankan 
Calon Presiden petahana Joko Widodo disambut pendukungnya.(MI/AKMAL FAUZI)

PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo akan mempertemukan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) dengan perbankan, dalam rangka mempercepat modernisasi industri pertanian. 

Rencana tersebut disampaikan Jokowi saat bersilaturahmi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Perpadi di GOR Diponengoro, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4). 

"Nanti setelah 17 April akan saya pertemukan dengan bank, supaya seluruh penggilingan padi memiliki dryer," katanya. 

Selain Perpadi dan perbankan, pada pertemuan yang direncanakan digelar di istana negara itu Jokowi juga akan mengundang Gapoktan, dan Bulog. 

Rencana mempertemukan Perpadi dengan bank ini muncul setelah Jokowi berdialog dengan Endang, salah seorang pemilik usaha penggilingan padi di Sragen. Perempuan yang sudah menggeluti usaha itu selama 18 tahun mengaku kegiatan produksi masih dilakukan secara manual, termasuk pengeringan. 

"Pengeringan masih manual Pak, dijemur dipelataran," katanya. 

Ketika ditanya mengapa tidak memakai dryer, Endang mengaku tidak memiliki dana untuk membelinya. Jokowi menilai hal seperti ini tidak bisa dibiarkan. 

"Sekarang jaman modern. Kita sudah berpuluh-puluh tahun menjemur padi di jalan, di pelataran. Masa kita tidak ingin berubah," kata Jokowi. 

 

Baca juga: Jokowi Mengaku Berat Badan Turun Gara-Gara Kampanye

 

Jokowi menegaskan, modernisasi penggilingan ini penting, bukan hanya untuk padi tetapi juga jagung. Kualitas beras dan jagung Indonesia selama ini rendah gara-gara pengeringan masih dilakukan secara manual. 

Di samping itu, penggunaan dryer akan membuat produksi stabil, sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan nasional dengan cepat. 

Jokowi juga berharap, kedepan setiap penggilingan padi memiliki mesin pengemas modern. Jadi, gabah yang dimasukkan ke mesin giling ketika keluar sudah terkemas dengan rapi. 

Mengakhiri pidatonya, Jokowi mengatakan kedepan kita menghadapi perubahan global yang sangat cepat. Kalau tidak cepat berubah, kita bisa tertinggal dari negara-negara lain. 

"Kalau kita tidak merubah diri dari pola-pola lama, kita bisa tertinggal dari Laos dan Vietnam," katanya. (OL-3) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya