Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Erick Thohir Pastikan Tahun Ini Pemilu Bukan Sinetron

Dwi Apriani
02/4/2019 16:20
Erick Thohir Pastikan Tahun Ini Pemilu Bukan Sinetron
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir (tengah).(MI/DWI APRIANI)

SEBELUM mencoblos calon Presiden dan Wakil Presiden pada 2019 mendatang, Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengimbau agar masyarakat bisa mengenal calon pemimpinnya. 

Bukan hanya melihat calon Presiden dan Wakil Presiden dari tampang dan penampilannya, melainkan juga dari sikap dan pola pandangannya yang ingin memajukan Indonesia.

Ketua TKN KIK, Erick Thohir mengatakan, pemimpin itu harus menyuguhkan semua hal mengenai dirinya secara riil. Seperti capres 01, yang diklaim selalu apa adanya dan tidak bersandiwara dalam semua tindak tanduknya.

Erick menegaskan, Jokowi merupakan karakter yang riil dengan data yang lugas dan tetap tenang ketika dipojokkan. jokowi dinilai tidak emosional meski disudutkan.

"Kami harap masyarakat mengetahui kepemimpinan yang baik. Dengan memilih memimpin yang ril tanpa merubah penampilan," katanya di Palembang, Selasa (2/4). 

Berbeda dengan capres 02 yang penuh dengan emosional terlebih terlihat saat debat-debat Pilpres tersebut.

"Pada saat debat, kelihatan reaktor riil. Pak Jokowi pakai data dan maaf paslon 2 pakai emosi. Tertawa saja tidak boleh. Masyarakat bisa mengenal kepemimpinan aslinya," kata dia.

 

Baca juga: Indo Barometer Temukan 5 Indikator yang Kuatkan Kemenangan 01

 

Erick menilai, saat ini isu yang menyerang Jokowi sedang gencar dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Meski demikian, dia tetap optimistis hal tersebut tidak akan mempengaruhi suara Jokowi-Amin.

"Saya sudah bilang, pemilu ini bukan bikin film sinetron. Masyarakat Indonesia memang senang sinetron. Industri televisi sekarang. Drama masih jadi tontonan terbaik. Tapi salah besar di pemilu bikin drama. Tentu salah besar jika dibuat drama sehingga membuat masyarakat terjebak," kata Erick.

Bukan hanya itu, ia pun meminta agar masyarakat dapat memahami dan melihat sendiri bagaimana pandangan capres pilihannya kepada lembaga tinggi negara, yakni TNI. Seperti yang dilakukan capres 02, mendiskreditkan TNI seakan lemah dan rapuh.

"Padahal TNI merupakan angkatan bersenjata nomor satu di Asia Tenggara dan peringkat 15 terbaik di dunia. Kalau tidak salah begitu, tapi dicek lagi. Artinya, Indonesia sudah menuju arah yang benar saat ini," terangnya.

Erick juga mengatakan elektabilitas Jokowi-Amin tidak terpengaruh dengan tuduhan mobilisasi dukungan Polri kepada pihaknya.

"Selama ini Pak Jokowi sudah kebal fitnah. Jokowi yang merasa dizalimi selama 4,5 tahun. Sekarang waktunya kita harus jawab. Sudah banyak sandiwara terbongkar setiap hari. Rakyat bilang apa, ternyata ada apa-apanya. Disuruh tanya ternyata ada apa-apanya," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya