Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memuji kekuatan TNI sebagai salah satu militer yang paling disegani di dunia. Oleh karena itu, menurutnya, sudah sepatutnya rakyat Indonesia berbangga dengan reputasi TNI.
"Jangan sampai ada yang meremehkan dan menjelekkan TNI kita. Kita harus memberikan penghargaan, apresiasi, penghormatan kepada TNI. Kemarin ada kan yang jelek-jelekan TNI," ujarnya di hadapan belasan ribu pendukungnya yang memadati Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Selasa (2/4).
Baca juga: Jokowi Tegaskan TNI dan Polri Harus Netral
Pernyataan Jokowi menanggapi penilaian Prabowo Subianto dalam debat di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3). Kala itu, Prabowo menilai kekuatan TNI lemah ketimbang negara-negara lain.
Padahal, sambung Jokowi, sebagai negara besar, Indonesia harus memiliki kekuatan militer yang kuat. Hal itu terbukti dari kemampuan TNI yang selama ini berhasil menjaga kedaulatan negara.
"Karena TNI telah menjaga kedaulatan bangsa ini lebih dari 70 tahun. Sebagai negara besar, indonesia, kita tentu ingin mempunyai kekuatan TNI yang besar," ujarnya disambut riuh pekik pendukung yang mengelu-elukan calon presiden petahana itu.
Terlihat di antara rombongan kampanye Puan Maharani, Budi Karya Sumadi, dan Ryamizard Ryacudu, serta Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir.
Sebelum menyambangi PSCC, Jokowi dan Iriana Joko Widodo mengikuti arak-arak menggunakan kendaraan hias. Palembang Sport and Convention Center (PSCC).
Sepanjang jalan Jokowi dan Iriana melayani pendukung yang berebut berjabat tangan di tengah mobil hias yang berjalan pelan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga membagikan kaos berwarna putih bergambar dirinya bersama Ma’ruf Amin. (OL-6)
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved