Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kalau tidak Mau Pilih Pak Jokowi ya pilih Ma'ruf Amin

M. Ilham Ramadhan Avisena
31/3/2019 13:58
Kalau tidak Mau Pilih Pak Jokowi ya pilih Ma'ruf Amin
Cawapres nomor urut 01 Ma(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Ma'ruf Amin melakukan kampanye dalam acara Jakarta Bersatu Untuk Indonesia Maju di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (31/3).

Pada kampanyenya, ia mengatakan bahwa pasangannya, Joko Widodo harus dipilih kembali pada 17 April nanti. Menurutnya, Jokowi tidak hanya memberikan janji melainkan bukti nyata.

"Jokowi telah melakukan banyak untuk bangsa ini, bukan hanya sekedar janji tetapi bukti.

Di sini sudah ada kartu indonesia pintar, kartu indonesia sehat, kartu keluarga harapan. Makanya Jokowi sekali lagi," kata Ma'ruf.

Dari tiga kartu yang diluncurkan oleh Jokowi, Ma'ruf Amin menyoroti Kartu Indonesia Sehat. Menurutnya kartu itu dapat membantu masyarakat dan menghilangkan kekhawatiran untuk pergi berobat.

"Kartu indonesia sehat, sudah dikeluarkan sebanyak 96.8 juta, loh kok banyak? Katanya yang miskin cuma 25 juta. Kartu itu bukan hanya untuk orang miskin, tapi juga kelompok sadikin. Sadikin itu, sakit sedikit jadi miskin. Sebenarnya gak miskin, tapi kalau sakit paru-paru langsung miskin. Sekarang gak usah takut jadi sadikin, karena ada kartu indonesia sehat," terang Ma'ruf.

 

Baca juga: Ma'ruf Nilai KPU akan tetap Netral

 

Lebih jauh, Ma'ruf menanggapi adanya banyak isu tidak benar yang menyerang pasangannya. Salah satunya ialah akan dibubarkannya Kementerian Agama, dilarangnya Adzan serta dilegalkannya zina bila Jokowi terpilih lagi.

"Sekarang presidennya siapa? Kemenag dibubarkan apa tidak? Adzan dilarang apa tidak? Zina dilegalkan apa tidak? Jakarta orango-rangnya sudah pintar, yang percaya hoax itu orang bodoh, jadi tidak ada orang jakarta yang percaya hoax," ujarnya.

Selain itu, Ma'ruf juga menganalogikan sosok kiai dan ulama seperti daun salam yang digunakan untuk memasak. Menurutnya, sejak dulu, menjelang pilpres maupun pilkada, ulama selalu didekati dan ketika terpilih, ulama dilupakan. Namun, tidak demikian dengan Jokowi.

"Jadi, dulu ulama kaya daun salam, ibu ibu masak pakai daun salam biar apa? Biar wangi, tapi kalau sudah matang, yang pertama dibuang apa? Daun salam. Tetapi pak Jokowi tidak, dia tidak hanya butuh dukungannya. Tapi menjadikannya sebagai wakilnya," ungkap Ma'ruf.

Untuk itu, ia memastikan pendukungnya agar tidak takut untuk datang ke TPS dan memilih Jokowi - Ma'ruf Amin pada 17 Aprik nanti. Ia juga meminta agar pendukungnya mengenakan pakaian putih pada hari itu.

"Kenapa pakai putih putih? karena yang ditusuk itu pakai putih putih. Kalau ada orang yang bikin ragu-ragu datang ke TPS, jangan mau. Kalau ada yang menakut-nakuti, jangan takut. Pemilu itu bukan perang, pemilih itu untuk mencari yang baik. Kalau berbeda ya gak apa, berbeda agama aja tidak apa-apa. Jadi kalau tidak mau pilih Ma'ruf Amin ya pilih saja pak Jokowi, kalau tidak mau pilih pak Jokowi ya pilih Ma'ruf Amin," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya