Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyempatkan diri untuk makan siang bersama keluarga di Restoran Garuda, Sabang, Jakarta Pusat. Ia diketahui hadir bersama sang istri Iriana Joko Widodo, putri keduanya Kahiyang Ayu, menantu Bobby Nasution dan cucu keduanya Sedah Mirah. Sementara keluarga Gibran dan Kaesang tidak ikut serta.
"Oh iya (masih sempat makan siang di tengah kesibukan). Ini kan nggak pernah ketemu baru ketemu siang ini, ya pas waktunya longgar saya ajak makan siang," ujar Jokowi, Sabtu (30/3).
Kegiatan makan siang bersama ini dilakukan sebelum Jokowi melakoni debat keempat pada malam nanti. Mantan Wali Kota Solo ini mengungkapkan dirinya berangkat dari Bogor pagi tadi dan menyempatkan untuk mampir makan siang.
"Persiapan (debat) tadi makan padang, persiapannya makan padang," canda Jokowi.
Baca juga: Persiapan Debat, Hotel Shangri-La mulai Dijaga Ketat
Saat ditanya terkait tema debat soal ideologi dan kemungkinan disinggungnya HTI, Jokowi hanya meminta masyarakat melihat saja apa yang akan disampaikannya dalam debat.
"Data-data siap. Sudah harian kita kerjakan," pungkasnya.(RO/OL-5)
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved