Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bawaslu: Politik Uang Buat Publik tak Percaya Proses Pemilu

Rahmatul Fajri
27/3/2019 18:45
Bawaslu: Politik Uang Buat Publik tak Percaya Proses Pemilu
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar(MI/Rommy Pujianto)

ANGGOTA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar, mengatakan praktik politik uang akan menggerus kepercayaan publik terhadap penyelenggara Pemilu.

"Politik uang membuat masyarakat tidak percaya pada proses Pemilu. Kalau muncul ide tidak percaya pada sistem tersebut, lalu apa gunanya proses ini?" ungkap Fritz ketika diskusi bertajuk Awas, Politik Uang, di Kekini, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

Baca juga: Perludem: Sanksi Pelaku Politik Uang, Coret dari DCT

Fritz mengatakan, dengan praktik politik uang membuat masyarakat akan abai terhadap proses Pemilu yang tengah berjalan. Padahal, kata Fritz, dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut publik menjadi pilar penting dalam menghasilkan wakil rakyat yang sesuai dengan kompetensi, tanpa ada iming-iming uang.

"Pemilu bukan datang ke TPS saja, tapi publik tahu proses pemilu, tahu memilih siapa, percaya pada sistem, dan ada kepercayaan kepada Bawaslu dan KPU bisa melakukan tugasnya," kata Fritz.

Lebih lanjut, Fritz menjelaskan, praktik politik uang akan menjadikan publik lebih berorientasi kepada materil selama pemilihan, ketimbang prospek yang diberikan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Fritz mengaku khawatir jika anggapan seperti ini tidak hilang dari pikiran publik, lantaran bisa membuat proses Pemilu ini menjadi tidak berdampak banyak terhadap kehidupan masyarakat pada masa yang akan datang.

Baca juga: NasDem Ingatkan Rakyat Untuk Tidak Golput

Kepercayaan publik terhadap penyelenggara Pemilu, sambung dia, tidak bisa dibandingkan dengan jumlah uang yang ditawarkan pada praktik politik uang. Sehingga, kata ia, sangat penting bagi semua pihak menyadari bahwa politik uang sangat merugikan siapa saja.

"Kepercayaan publik itu adalah harga yang paling mahal. Menurut saya semua harus sadar itu," kata Fritz. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya