Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ini Penjelasan Ketum GP Ansor Soal Gerakan Rabu Putih

Insi Nantika Jelita
27/3/2019 17:55
Ini Penjelasan Ketum GP Ansor Soal Gerakan Rabu Putih
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

GERAKAN Pemuda Ansor akan melakukan gerakan 'Rabu Putih' pada 17 April mendatang, tepat di hari pencoblosan Pemilu 2019. Para anggota organisasi itu akan berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) memakai baju putih untuk memastikan tidak ada intimidasi terhadap rakyat pemilih.

Ditanya penjelasan mengenai gerakan itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan gerakan itu berawal dari keprihatinan dengan maraknya hoaks dan ujaran kebencian. Tindakan itu mulai membelah masyarakat menjadi dua secara diametral.

"Jadi kalau bukan kita ya mereka. Padahal kontestasi Pemilu ini seharusnya disikapi dengan riang gembira, tidak ada perseteruan, tidak ada permusuhan. Karena pada prinsipnya sama, mencari pemimpin yang terbaik," kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya, di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (27/3).

Baca juga: MUI Himbau Tokoh Agama Tidak Halalkan Segala Cara dalam Politik

Dampaknya, angka golput menjadi naik karena orang menjadi takut dan memilih tidak ke TPS. Hal itu mendorong GP Ansor mencari cara memastikan partisipasi warga di pemilu tetap tinggi.

"Ketemu lah Rabu Putih itu. Kemudian kita tetapkan sebagai sebuah gerakan, kita ajak seluruh komponen masyarakat. Artinya, ini bukan milik Ansor saya kira. Kita lempar ini ke masyarakat agar seluruh komponen masyarakat terlibat dalam gerakan Rabu Putih ini," ujarnya.

Sejumlah konsep kegiatan sudah disiapkan. Diantaranya sebagian dari 4,7 juta kader Ansor akan difungsikan sebagai back up pengamanan aparat TNI-Polri. Sebagian lagi ditugaskan menjaga TPS mengantisipasi segala kemungkinan yang ada. Yang tidak bertugas di sana, lanjutnya, akan menggerakkan pemilih ke TPS.

"Pemilih yang karena keterbatasan-keterbatasan tertentu sehingga tidak bisa datang ke TPS, kita ajak mereka berangkat ke TPS," imbuhnya.

Ketika ditanya kemungkinan gesekan karena Kubu Prabowo-Sandi juga menggerakkan massa yang sejenis, Gus Yaqut mengatakan hal demikian tidak perlu. Sebab berbeda pilihan bukanlah masalah buat GP Ansor. Yang dikerjakan adalah memastikan semua warga mendapatkan hak untuk memilih.

"Saya kira tidak perlu gesekan. Dan teman-teman di Banser saya kira tahu koridor ini. Mereka tidak akan mudah terpancing atau digesek, atau digosok, hingg terjadi gesekan antar pendukung," katanya.

Lalu apa beda gerakan pihaknya dengan gerakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno?

"Kita lebih santun yang jelas. Kita akan bergerak lebih santun, kita akan melakukan salat subuh berjemaah di masjid-masjid yang bisa kita akses. Kemudian kita akan berangkat bersama-sama pakai baju putih. Karena itu identitas kita, identitas kiai kami itu yang sedang berkontestasi," jawabnya.

"Kita akan jamin gerakan kita lebih santun, tidak akan ada provokasi, dan ingin mengajak warga, masyarakat riang gembira menghadapi pemilihan. Jadi tidak ada yang perlu didramitisir, ditakuti, provokasi, intimidasi," tambahnya.

Baca juga: Bawaslu Ingatkan tidak Eksploitasi Anak Selama Pemilu

Lebih lanjut kata Gus Yaqut, gerakan tersebut akan dilakukan utamanya di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sebab di wilayah itu yang diduga akan tinggi tingkat golputnya.

"Mereka yang tidak mencoblos 30%. Kita ingin mendorong supaya turun. Kita bikin semaksimal untuk mendorong masyarakat datang ke TPS," tandasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya