Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Hologram Jokowi-Amin Bukti Kampanye Kreatif

Akmal Fauzi
26/3/2019 22:18
Hologram Jokowi-Amin Bukti Kampanye Kreatif
Hologram Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo(Dok. TKN Jokowi-Amin)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menghadirkan hologram sebagai medium kampanye untuk menyapa rakyat. Peluncuran hologram dilakukan di Lebak Banten, pada Senin (25/3) lalu itu dihadiri oleh calon wakil presiden Ma'ruf Amin.

Hologram yang menampilkan sosok Capres Jokowi dan Cawapres Ma'ruf Amin secara 3 dimensi menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya generasi muda betapa penguasaan teknologi adalah hal penting bagi kemajuan Indonesia ke depan.

“Capres Jokowi dan Cawapres KH Ma'ruf Amin adalah representasi dari generasi yang tech savvy, generasi yang terbuka dengan percepatan teknologi modern. Hologram semakin menguatkan, bahwa menyongsong Indonesia Maju didepan tidak bisa tidak dengan menguasai teknologi terbaru, dan mengaplikasikannya dalam laku hidup sehari-hari,” kata Juru Bicara Milenial TKN, Garda Maharsi, Selasa (26/3).

Dengan hologram ini, maka TKN bisa menyapa langsung rakyat. Jika Paslon 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin tidak datang langsung berkampanye, namun tetap bisa dirasakan kehadirannya.

Saat diluncurkan pertama kali di Lebak, sambutan masyarakat demikian meriahnya. Semua tampak antusias melihat dan mendengar Jokowi berpidato lewat hologram tersebut.

Baca juga : Hologram Jokowi Ajak Warga Lebak Lawan Hoaks

Generasi millenial yang tech savvy, kata Garda tentu akan melihat produk hologram ini sebagai bagian dari Kampanye kreatif dan berwarna kegembiraan.

“Sebagai generasi muda yang sangat erat dengan teknologi terkini, saya rasa hologram adalah terobosan yang menjawab pertanyaan anak muda tentang sejauh mana komitmen calon pemimpin terhadap tantangan perubahan zaman,” ujarnya

Apalagi, kata Garda, hologram ini adalah karya anak bangsa, maka bertambahlah keyakinan generasi muda untuk mendukung paslon 01.

Garda menambahkn, saat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga berkampanye dengan gaya retorik lawas, TKN 01 sudah meloncat ke depan lewat kampanye hologram.

“Alih-alih berkompetisi secara kreatif, BPN 02 hanya bisa menghadirkan model kampanye jadul dan merasa jumawa. Ini lah perbedaan kampanye dari 01 dan 02. Kampanye 02 yang old fashioned, retorik cenderung omong kosong, dan sangat miskin simbol anak muda, tentu akan ditinggal oleh pemilih muda,” ujarnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya