Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Massa Kawal TPS Prabowo-Sandi merupakan Upaya Intimidasi Pemilih

MICOM
22/3/2019 23:10
Massa Kawal TPS Prabowo-Sandi merupakan Upaya Intimidasi Pemilih
(MI/Susanto)

MESKI Pemilihan Umum belum dimulai, kubu calon Presiden dan Wakil Presiden no urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno, sudah sesumbar.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan, paslon 02 hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk menjaga suara mereka mulai dari tempat pemungutan suara (TPS).

Ia menjelaskan, masyarakat harus memastikan siapa saja yang datang ke TPS. Saat penghitungan suara, kata dia, juga harus dipastikan tidak ada yang merusak kertas suara.


Baca juga: Ini Lima Daerah Terawan di Masa Kampanye


Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan, apa yang dikatakan Andre menunjukkan bahwa tim Prabowo-Sandiaga memobilisasi massa untuk melakukan intimidasi melalui imbauan untuk menjaga di TPS.

"Kami melihat ada pola yang sedang dibangun oleh BPN, yaitu tidak ada yang dapat mengalahkan mereka kecuali kecurangan. Sementara, hingga saat ini belum ada pihak yang bisa menjamin siapa pemenang pemilu," ujar dia di Jakarta, Jumat (22/3).

Menurut Karding, hal itu berbahaya karena terindikasi pada upaya intimidasi kepada pemilih. Terlebih tim Prabowo-Sandi sangat gencar menginstruksikan untuk menjaga TPS.

"Sikap intimidasi seperti itu dapat memunculkan polarisasi masyarakat. Jangan hanya demi kemenangan, kerukunan masyarakat dikorbankan," tegasnya. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya