Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Polarisasi Dukungan 212 Jadi Alasan Pemilih Muslim PDIP Turun

Insi Nantika Jelita
20/2/2019 19:29
Polarisasi Dukungan 212 Jadi Alasan Pemilih Muslim PDIP Turun
(MI/MOHAMAD IRFAN)

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) paling unggul dalam perolehan suara pemilih muslim, yakni 18,4% dari total 85% total pemilih. Hal tersebut merupakan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. PDIP pun unggul tipis dari Gerindra yakni sebesar 16,6% pemilih muslim.

Meski unggul, menurut Peneliti senior LSI Rully Akbar, suara pemilih muslim yang mendukung PDIP turun drastis semenjak 6 bulan terakhir.Alasan yang dikemukakan Rully ialah bahwa dukungan dari pendukung 212 dan Ijtima Ulama semakin menguat ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Survei LSI : NasDem Tampil Sebagai Kekuatan Baru

"Bisa dikatakan, saat Jokowi mengambil keputusan Ma'ruf Amin (menjadi cawapres), ini kan ditujukkan untuk mengcover pemilih muslim agar standby pilih Jokowi. Tapi ternyata kekuatan 212 dan ijtima ulama dan segala macamnya ini justru memperkuat barisan Prabowo-Sandi," ujar Rully di Kantor LSI, Pemuda, Jakarta, Rabu (20/2).

Rully menampik bahwa menurunnya pemilih muslim di PDIP, bukan karena sosok Ma'ruf Amin yang mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Bukan karena faktor Ma'ruf Aminnya. Tapi karena memang polarisasinya sudah cukup kuat dari semenjak awal ini diluncurkan. Kemudian secara otomatis ketika pemilih Jokowi sekarang tidak kuat di pemilh muslim yang mengambil keuntungan adalah partai Gerindra atau dengan Prabowo-Sandi-nya," jelas Rully.

Dari hasil survei LSI, pada kantong pemilih muslim PDIP unggul yang kemudian disusul Gerindra. Lalu diikuti Golkar 11,0%, PKB 9,3%, dan Demokrat 5,9%. Kemudian disegmen pemilih muslim, PKS, NasDem, dan PPP juga bersaing sangat ketat.

Baca juga: LSI: PDIP Unggul di Pemilih Muslim Hingga Milenial

Lalu, pada kantong pemilih minoritas dengan base 15% dari total pemilih, menurutnya PDIP masih paling unggul dengan perolehan suara 54,7%. Kemudian disusul Golkar 13,5%, NasDem 3,5%, Gerindra 2,9%, dan Demokrat 2,4%.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 18-15 Januari 2019 dengan menggunakam 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Survei yang menggunakan metode multistage random sampling itu juga dilakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner dan margin of error 2,8%. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya