Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pelatihan Door to Door Berbasis Aplikasi Relawan Berdikari

Micom
20/2/2019 12:04
Pelatihan Door to Door Berbasis Aplikasi Relawan Berdikari
(DOK TKN)

PKPBerdikari bersama-sama JAMIN, Panji Jomar, ANSU dan Harmoni Indonesia menyelenggarakan Latihan Door to Door Menggunakan Aplikasi Pantau Relawan di Asrama Haji, Medan pada tanggal 19-20 Feb 2019. 

Latihan Gelombang Pertama ini, dibuka oleh Osmar Tanjung selaku Sekjen PKPBerdikari. 

Menurut Osmar Tanjung, latihan berbasis aplikasi dengan target 200 pemilih dalam seminggu ini baru pertama sekali diselenggarakan relawan. Bagi kami, penggunaan sistem aplikasi persiapan sistemnya sudah dipersiapkan sejak 3 bulan lalu. 

"Sistem yang terintegrasi dengan website kerjaberdikari.id menyediakan informasi dan terkait kinerja Presiden Jokowi. Di dalamnya ada info dalam bentuk berita, infografis, meme, video grafis dan opini," katanya seperti dilansir keterangan resmi, Rabu (20/2). 

Di dalam sistem dimaksud, para relawan door to door nanti akan mengupload nama konstituen dan KTP pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin. KTP yang masuk ke sistem aplikasi dihubungkan dengan DPT yang ada, sehingga tidak terjadi double upload karena sistem akan menolak secara otomatis, begitu juga jika NIK KTP tidak benar. 

Acara pelatihan ini menghadirkan beberapa nara sumber dari Bawaslu Sumut, Marwan SAg. 

 

Baca juga: Politik Pertanahan Jokowi Jungkir Balikan Jargon Prabowo

 

Untuk membahas masalah hoaks dan kampanye 01, Usman Kansong, Direktur Komunikasi Politik TKN menjelaskan bahwa strategi kampanye harus dilakukan dalam bentuk perang udara melalui media mainstream dan media sosial. 

"Tidak kalah penting perang udara harus diikuti perang darat melalui canvassing dan door to door utamanya, selain rapat umum, deklarasi, maupun acara kebudayaan, keagamaan dan bentuk kampanye kegembiraan dan yang menyegatkan," ujarnya. 

Menyampaikan kinerja Jokowi adalah hal terpokok dalam kampanye memenangkan capres/cawapres 01. Selain itu menyampaikan fakta kebenaran melawan hoax harus dilakukan. 

"Positive campaign harus dilakukan karena ada kecendrungan pihak sebelah (02) melakukan black campaign," sambung Usman. 

"Kita harus bekerja keras dalam memenangkan 01 untuk keberlanjutan pembangunan yang sudah dicanangkan Jokowi-Ma'ruf dalam Nawacita kedua. Dalam 5 tahun ke depan Capres/Cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf akan fokus dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dan ummat," tutup Osmar. (RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya