Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan keunggulan yang diperoleh capres nomor urut 01 Joko Widodo melalui berbagai survei dengan selisih 20% adalah angka yang besar.
Burhanuddin kemudian membandingkan dengan selisih suara di pemiluhan Amerika Serikat (AS). Ia menilai selisih 5% dapat diartikan dengan selangkah lagi menuju kemenangan. Biasanya, kata Burhanuddin, malah berselisih antara 1% atau 2% saja.
"Selisih 20% itu besar, lho. Kalau di AS dapat 5% disebut landslide victory. Umumnya selisih hanya 1% atau 2%," kata Burhanuddin ketika ditemui di Kemendagri, Jumat (8/2).
Meski demikian, Burhanuddin mengaku kubu Jokowi ingin lebih bekerja keras untuk memperlebar jarak dengan oposisi. Ia menilai dengan selisih 20%, ada kubu Jokowi yang terlalu khawatir.
"Mungkin ada harapan yang terlalu tinggi dari sebagian orang dekat Jokowi ketika selisih 20% dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Atau ingin menunjukkan mereka bekerja keras, ya, silahkan saja, tapi buat saya selisih 20% bukan hal yang kecil," tandas Burhanuddin.
Baca juga: Potensi Manipulasi Data saat Pilpres 2019 Diprediksi Tinggi
Burhanuddin kemudian menyadari kekhawatiran tersebut, karena ada problem di dalam wilayah pendukung Jokowi atau pun Prabowo, yakni kekhawatiran minimnya partisipasi pemilih untuk datang ke TPS atau memilih golput.
Dari situ, ia menilai bagaimana seharusnya pendukung kedua kubu memaksimalkan waktu untuk menggaet pemilih untuk datang menyoblos. Jika tidak, maka, kata Burhanuddin, selisih 20 % bisa berbalik dan dimanfaatkan oleh kubu oposisi.
"Kalau di survei saya kan bulan Desember, 54,9% lawan 35% itu kan asumsinya datang menggunakan hak suara. Menjadi repot ketika pendukung pak prabowo lebih solid dan militan. Berarti proporsi 20%, bukan seperti itu lagi," kata Burhanuddin. (OL-7)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved