Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Petahana Dinilai Sukses Kelola Lingkungan

Insi Nantika Jelita
07/2/2019 09:20
Petahana Dinilai Sukses Kelola Lingkungan
(MI/PIUS ERLANGGA)

PRESIDEN Joko Widodo dianggap berhasil dalam menangani sumber daya alam dan lingkungan.

Bahkan Indonesia sudah tak dikenal lagi sebagai pengekspor asal ke Malaysia dan Singapura.

Dalam diskusi di Rumah Cemara, Jakarta, aktivis lingkungan hidup Emmy Hafild pun mengakui keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam dua bidang tersebut.

“Paling mencolok mata itu adalah soal kebakaran hutan yang sudah berhasil dihentikan sampai 90%. Itu membuat masyarakat kita sekitar 40 juta orang di Sumatra dan Kalimantan terbebas dari asap,” ungkap Emmy.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Paguyuban Tani Sunda Hejo yang juga penerima manfaat program Kehutanan sosial, Hamzah, mengatakan masyarakat hutan dulu mendapatkan izin dari perhutani lokal kabupaten.

Berbeda, saat ini masyarakat hutan dipermudah dengan mendapatkan izin langsung dari Kementerian Kehutanan.
“Banyak regulasi untuk memudahkan masyarakat desa hutan yang sebelumnya kurang tersentuh pemerintah. Ini penting karena masyarakat desa hutan itu sekarang dapat bantuan modal ringan dari pemerintah yang selama ini tidak terbentuk.’’

Diskusi ini juga diikuti Ke-tua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Riza Damanik, Direktur Eksekutif Hijau Indonesia Chalid Muhammad, CEO Landscape Indonesia Agus Sari dan Perwakilan Nelayan Kelompok Tani Mina Bakti.

Chalid Muhammad menyebut pemerintahan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan sebanyak 12,7 juta hektare (ha) lahan hutan dikelola rakyat. Konsepnya, dengan pemberian rute tanam.

Melalui konsep itu, pepohonan yang ditanam jenis komersil berupa tanaman pangan, buah-buahan. Namun, masyarakat desa diwajibkan pula menanam pohon khas hutan lindung.

Konsep itu mampu meng-hidupkan geliat usaha perkebunan masyarakat perdesaan. Sebab, regulasi menuntut ada penyelarasan pengelolaan hutan komersial tanpa meniadakan upaya konservasi hutan. (Ins/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya