Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELERA investor terhadap rupiah kemungkinan akan meningkat tajam apabila pertumbuhan PDB tahunan 2018 melampaui ekspektasi pasar. Peningkatan keyakinan konsumen dan bisnis dapat menjadi isyarat tambahan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia membaik.
"Bank Indonesia sudah mengatakan bahwa Rupiah mungkin undervalued dan Fed berspekulasi untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga tahun ini, sehingga rupiah memiliki peluang untuk menguat signifikan. Trader teknikal akan terus mengamati perilaku USDIDR di bawah 14.000," ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM, Rabu (6/2).
Rupiah terpantau Rabu (6/2) pukul 15.20 WIB berada pada level Rp13.922,5 per dolar AS atau menguat 0,28%, dari penutupan sebelumnya di Rp13.962,5. Adapun rupiah dibuka pada Rp13.945 per dolar AS, merujuk pada Bloomberg.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV/2018 berada pada 5,18% dan secara kumulatif sepanjang tahun 2018 berada pada 5,17%.
Baca juga: Pelemahan Ekonomi Dunia Sulitkan Indonesia Capai Pertumbuhan 7%
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi satu pekan terhadap sejumlah mata uang mayor karena bulls tetap terdukung oleh data NFP AS Jumat lalu yang menggembirakan.
Dolar AS tampaknya akan terus menguat di jangka pendek karena optimisme dagang mendukung sentimen risiko dan mengangkat imbal hasil Treasury AS, prospek jangka menengah dan panjang tetap berpihak pada bears.
Perlu diperhatikan ekspektasi tetap tinggi bahwa Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga tahun ini dan dampak final penutupan pemerintah selama 35 hari masih belum jelas.
Amerika Serikat menghadapi tantangan dalam bentuk ketegangan dagang, kekhawatiran pertumbuhan global, penurunan stimulus fiscal, dan ketidakpastian politik di Washington.
Oleh sebab itu, Dolar jelas rentan diguncang oleh kejutan menurun. Segala sinyal perlambatan ekonomi AS akan mempercepat depresiasi AS karena status safe haven mata uang ini akan menjadi pertanyaan. (OL-3)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
OJK menyebut berdasarkan dari International Data Center Authority (IDCA) ekonomi digital telah berkontribusi lebih dari 15% terhadap PDB global di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved