Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN: Bukan Rusia Sebagai Negara, tapi Konsultan

Insi Nantika Jelita
04/2/2019 18:15
TKN: Bukan Rusia Sebagai Negara, tapi Konsultan
(MI/Susanto)

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Karding Kadir, meluruskan pernyataan calon presiden Jokowi mengenai dugaan adanya propaganda Rusia yang digunakan lawan politiknya. Menurut Karding, apa yang disampaikan Jokowi bukan lah negara Rusia melainkan jasa konsultan yang berasal dari Rusia.

"Yang dimaksud itu bukan Rusia sebagai negara, pemerintah, bangsa. Tetapi dugaan dibantu oleh konsultan dari Rusia. Jadi yang dimaksud bukan Rusianya, tapi orang Rusia yang menjadi konsultan politik kelompok tertentu. Rusia adalah sahabat Indonesia,"jelas Karding saat dihubungi, Jakarta, Senin (4/2).

Baca juga: MUI Minta Masyarakat Hentikan Polemik Salah Ucap Doa Mbah Moen

Atas pernyataan Jokowi soal propaganda Rusia tersebut, Duta Besar Rusia di Indonesia angkat bicara dan menepis hal tersebut. Dalam akun resminya @RusEmbJakarta, menjelaskan bahwa posisi Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri Indonesia khususnya menyangkut Pilpres.

Oleh karena itu, TKN kata Karding, meminta Rusia tidak salah paham. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa apa yang disampaikan Jokowi dimaksudkan untuk memberitahukan ke publik bahwa penyebaran hoaks dan fitnah adalah sesuatu yang membahayakan.

"Kita ketahui bahwa ada kelompok-kelompok politik atau calon-calon pemimpin diduga kuat menggunakan konsultan asing. Konsultan asing yang selama ini juga mereka ini membangun narasi bahwa pak Jokowi ini antek asing,"katanya

"Jadi kalau kemudian pak Jokowi menyampaikan itu ke publik, saya kira itu sesuatu yang memang harus disampaikan karena kalau tidak berbahaya apa yang kebohongan, kenyinyiran, terus menerus dibangun bisa dipersepsi kebenaran politik yang berbahaya,"sambungnya.

Kemudian, Karding menambahkan bahwa apa yang disampaikan Jokowi adalah bentuk kekhawatiran dirinya terhadap strategi politik yang menebar ketakutan, pesimisme dan memproduksi hoaks di tengah masyarakat masyarakat.

"Pak Jokowi khawatir terhadap bangsa ini, terhadap negara ini. Beliau sangat khawatir, jangan sampai beberapa kejadian di negara lain bisa terjadi di Indonesia. Di mana politik yang dibangun itu adalah politik dengan strategi yang kita sebut dengan firehouse of falsehood atau teori politiknya itu post truth,"pungkas Karding.

Sebelumnya, pernyataan Jokowi soal adanya propaganda Rusia disampaikan dirinya saat menghadiri acara Sedulur Kayu dan Mebel di Solo, Minggu, (3/2)

"Teori propaganda Rusia seperti itu, yang semburkan dusta, hoaks dan kebohongan sebanyak-banyaknya sehingga masyarakat menjadi ragu. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir menganggu ketenangan rakyat atau tidak. Ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli."ujar Jokowi. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya