Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Wiranto: ASN Boleh Berikan Pemahaman Pesta Demokrasi

Golda Eksa
04/2/2019 17:24
Wiranto: ASN Boleh Berikan Pemahaman Pesta Demokrasi
(ANTARA)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus netral dalam perhelatan Pilpres. Di sisi lain, ASN pun boleh  memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pesta demokrasi tersebut.

"Artinya harus dilaksanakan dengan riang gembira. Dengan kesadaran bahwa ini kesempatan yang sangat baik untuk rakyat memilih pemimpin yang mengawal negeri ini, lima tahun ke depan," ujar Wiranto kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/2).

Baca juga: MUI Minta Masyarakat Hentikan Polemik Salah Ucap Doa Mbah Moen

Menurut dia, ASN dipersilakan menyampaikan pelbagai informasi, seperti pilpres bukan ajang untuk saling membenci, berkelahi, dan berdebat antarkontestan. Ia juga berharap aparat keamanan mampu bersikap tegas apabila ada pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk memicu konflik dan mengacaukan pemilu.

Ia menambahkan, Kementerian Koordinator Polhukam bertugas untuk membangun situasi bahwa stabilitas politik, pelaksanaan hukum, ketertiban, dan keamanan nasional jelang pemilu harus baik. Tujuannya agar masyarakat bisa melakukan aktivitas memilih calon pemimpin dengan aman, lancar, serta paham betul siapa yang mereka pilih.

"Karena hakekat pemilu itu bukan hanya memilih pemimpin sebenarnya, tapi bagaimana kita menentukan lima tahun ke depan nasib bangsa ini. Pemimpin itu hanya instrumen, pelaku, untuk bagaimana mengawal pembangunan nasional lima tahun ke depan itu harus baik." tandasnya.

Baca juga: Inilah Kronologi Penyerangan Dua Penyidik KPK

Berbekal pemahaman itu, imbuh dia, masyarakat sedianya jangan sampai salah memilih calon pemimpin. Penting pula melihat siapa figur yang akan dipilih, rekam jejaknya, pengalaman, kinerjanya, dan diyakini bisa diandalkan.

"Ibaratnya kalau kita mau pariwisata ramai-ramai naik bus, mungkin kah kita memilih sopir yang tidak pengalaman? Tidak mungkin. Mungkin kah kita mengandalkan keselamatan kepada sopir yang tidak jelas track record-nya, jangan-jangan dia hanya sopir bemo, pasti kacau," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya