Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Presiden Tuding Lawan Politiknya Pakai Propaganda ala Rusia

Rudy Polycarpus
03/2/2019 22:02
Presiden Tuding Lawan Politiknya Pakai Propaganda ala Rusia
(. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/)

CALON presiden nomor urut 01 Joko Widodo menuding lawan politiknya menggunakan propaganda memecah belah masyarakat.

Strategi ini, jelas Jokowi, ialah menyemburkan kebohongan secara masif. Tujuannya agar batas antara fakta dan kebohongan menjadi kabur sehingga memicu kebohongan di masyarakat.

"Teori propaganda Rusia seperti itu, yaknk semburkan dusta, hoaks dan kebohongan sebanyak-banyaknya sehingga masyarakat menjadi ragu," ujarnya saat menghadiri Sedulur Kayu dan Mebel di Solo, Minggu, (3/2).

Baca juga: Kursi Komisioner Kosong, Tugas 7 KPUD di Papua Diambil Alih

Jokowi tidak memaparkan lebih lanjut pernyataannya. Namun, propaganda seperti itu berpotensi memecah belah persatuan anak bangsa. Apalagi, tandasnya, strategi itu menggunakan konsultan asing.

'Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir menganggu ketenangan rakyat atau tidak. Ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli. Konsultannya konsultan asing," tandasnya.

Ia mencontohkan propaganda-propaganda ala Rusia yang pernah terjadi, antara lain, hoaks yang dihembuskan Ratna Sarumpaet, pemerintah antiulama hingga antek asing.

"Terus yang antek asing siapa? Kita disuguhi kebohongan yang terus-menerus. Rakyat kita sudah pintar, baik yang di kota atau di desa," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Calon presiden petahan itu meminta pendukungnya melawan hoaks-hoaks tersebut dengan memaparkan fakta kepada masyarakat. "Yang penting dalam dua bulan ini kita menyampaikan fakta dan data yang benar kepada masyarakat," ujarnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya