Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden nomor urut 01 Joko Widodo menuding lawan politiknya menggunakan propaganda memecah belah masyarakat.
Strategi ini, jelas Jokowi, ialah menyemburkan kebohongan secara masif. Tujuannya agar batas antara fakta dan kebohongan menjadi kabur sehingga memicu kebohongan di masyarakat.
"Teori propaganda Rusia seperti itu, yaknk semburkan dusta, hoaks dan kebohongan sebanyak-banyaknya sehingga masyarakat menjadi ragu," ujarnya saat menghadiri Sedulur Kayu dan Mebel di Solo, Minggu, (3/2).
Baca juga: Kursi Komisioner Kosong, Tugas 7 KPUD di Papua Diambil Alih
Jokowi tidak memaparkan lebih lanjut pernyataannya. Namun, propaganda seperti itu berpotensi memecah belah persatuan anak bangsa. Apalagi, tandasnya, strategi itu menggunakan konsultan asing.
'Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir menganggu ketenangan rakyat atau tidak. Ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli. Konsultannya konsultan asing," tandasnya.
Ia mencontohkan propaganda-propaganda ala Rusia yang pernah terjadi, antara lain, hoaks yang dihembuskan Ratna Sarumpaet, pemerintah antiulama hingga antek asing.
"Terus yang antek asing siapa? Kita disuguhi kebohongan yang terus-menerus. Rakyat kita sudah pintar, baik yang di kota atau di desa," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Calon presiden petahan itu meminta pendukungnya melawan hoaks-hoaks tersebut dengan memaparkan fakta kepada masyarakat. "Yang penting dalam dua bulan ini kita menyampaikan fakta dan data yang benar kepada masyarakat," ujarnya. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved