Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla berdiri di panggung berlatar foto kampanye yang besar bergambar dirinya, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, di Hotel J Luwansa, Kuningan, Jakarta, Minggu (3/2).
Pada kesempatan itu, Kalla mengungkapkan alasannya mendukung Jokowi. Salah satu alasannya karena Jokowi merupakan sosok pemimpin yang egaliter. Menurutnya, negara bisa mundur karena dua hal, gaya pemimpin yang otoriter dan jika keluarga, anak-anak pemimpin menguasai bisnis negara.
Baca juga: Beda Dukungan Pilpres, Ini Penjelasan Ketua Demokrat Malut
"Pak Jokowi adalah pemimpin yang egaliter yang selalu mendahulukan kebersamaan. Kadang-kadang repot, karena terlalu banyak rapat. Setahun ada rapat 200 kali. Tapi itu suatu ciri kepemimpinan yang egaliter, mendengar semua pandangan orang. Tidak otoriter," ujarnya.
Oleh karena itu, tambah JK, kepemimpinan Jokowi adalah kebersamaan, tidak ada persoalan yang tidak dirapatkan. Selain itu, kata JK, Jokowi merupakan pemimpin yang bersih.
"Anak-anaknya semua orang tahu, tidak berbisnis dengan negara. Ada yang menjual martabak, ada yang dagang pisang goreng.” paparnya.
Sebagai orang yang paling sering bersama Jokowi, Kalla menjadi saksi bahwa Jokowi sendiri tidak pernah punya kepentingan pribadi dengan bisnis negara.
“Selama empat tahun bersama dengan Presiden Jokowi, belum pernah sekali pun saya bicara proyek dengan Jokowi, baik untuk kepentingan Jokowi, maupun untuk kepentingan saya,” katanya.
Dengan segenap kesaksian dan pemahaman itu, Kalla tegas mendukung Jokowi-Amin. (RO/OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved