Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden nomor urut 01 Joko Widodo meminta pendukungnya mampu meredam hoaks dan fitnah yang masih banyak beredar di masyarakat. Pasalnya, jelas Jokowi, hoaks-hoaks yang diproduksi semakin masif, khususnya mendekati akhir kampanye.
Demikian disampaikan Jokowi saat menghadiri Deklarasi Koalisi Alumni Universitas Dipenogoro di Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).
Baca juga: Jokowi: Jateng Motor Kemenangan Mutlak
"Soal hoaks, kebohongan dan kedustaan, semakin hari bukan berkurang malah makin banyak. Saya titip karena sekarang ini banyak semburan-semburan fitnah, terutama di media sosial. Kebohongan dan dusta di mana-mana," tandasnya.
Ia menyebut sejumlah kebohongan dan fitnah yang terus dikelola oleh lawan-lawan politiknya. Misalnya, mulai dari antek asing, anggota Partai Komunis Indonesia hingga antiulama.
"Jangan begitu dong, jangan tunjuk-tunjuk orang lain antek asing, padahal dia antek asing itu sendiri. Tidak mempan antek asing ganti lagi dengan antiulama, anti-Islam. Loh, saya setiap hari bertemu ulama," ujarnya geram.
Koalisi Alumni Diponegoro merupakan gabungan dari alumni sejumlah perguruan tinggi di Jateng dan sekitarnya. Perguruan tinggi itu di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Kristen Satya Wacana, dan Universitas Katolik Soegijapranata.
Pada acara tersebut, Jokowi juga mendapat jaket dari Koalisi Alumni Diponegoro. Jaket dipasangkan langsung langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang juga alumnus Undip Semarang. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved