Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN : Jokowi-Amin Lebih Banyak Respons Positif Pasca Debat

Nurjiyanto
30/1/2019 19:53
TKN : Jokowi-Amin Lebih Banyak Respons Positif Pasca Debat
(MI/Ramdani)

LEMBAGA survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait respon publik dan efek elektroal setelah debat pertama capres-cawapres yang dilakukan pada 17 Januari lalu.

Hasilnya, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan angka 50% dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mencatat 35.4%.

Meski demikian hasil tersebut tidak terlalu berbeda dengan persepsi elektabilitas Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi pada Desember 2018.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzili mengatakan, wajar jika hasil elektabilitas tersebut belum berpengaruh signifikan.

Pasalnya, gelaran debat masih akan dilakukan 4 kali kedepan.

Ace memandang debat Capres-Cawapres yang pertama memang berpengaruh terhadap pilihan pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voters).

"Jika dalam debat pertama tidak terlalu memiliki pengaruh besar, tentu itu bisa dipahami karena masih ada 4 debat lagi. Yang belum menentukan pilihannya masih ingin melihat konsep visi, misi dan rencana kerja Capres selama lima tahun ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/1).

Baca juga : Pascadebat, Survei LSI: Jokowi-Amin Unggul dari Prabowo-Sandi

Meski demikian, pihaknya mengaku pasangan calon yang diusungnya memang lebih unggul dan sesuai dengan data yang dirilis oleh LSI Denny JA.

Hal itu terlihat dari gaya komunikasi sederhana Jokowi-Amin yang dianggap satu frekuensi dengan rakyat banyak.

Dengan kata lain pihaknya memandang masih mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari publik karena basis debatnya adalah kinerja pemerintahan Jokowi selama menjadi Presiden.

Selain itu, pihaknya memandang tampilan serta narasi yang ditampilkan Jokowi-Amin terlihat lebih natural dan tidak dibuat-buat sehingga dapat dengan mudah ditangkap oleh masyatakat luas.

"Saya kira wajar jika dalam survei dikatakan bahwa Capres kami jauh lebih unggul dalam berbagai hal. Penguasaan materi, lebih solutif, gaya komunikasi dan fokus pada penyelesaian masalah tergambar jelas seperti yang ditunjukkan pasangan kami," ungkapnya.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 18-25 Januari 2019 dengan jumlah sample sebanyak 1.200 responden.

Metode yang digunakan ialah multistage random sampling dengan teknik pengambilan data melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner.

Pihak LSI Denny JA mengklaim bahwa survei ini memiliki margin of error sebesar 2.8%. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya