Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Rundung Jan Ethes, BPN Prabowo Tidak Ramah Anak

Micom
30/1/2019 12:32
Rundung Jan Ethes, BPN Prabowo Tidak Ramah Anak
(ANTARA/Wahyu Putro A)

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, menyebut niat BPN Prabowo-Sandi melaporkan adanya pelibatan cucu Joko Widodo, Jan Ethes, kepada Bawaslu sebagai hal yang sangat lucu.

Ace meminta sebaiknya BPN melihat terlebih dahulu momen kebersamaan Jokowi dan Jan Ethes apakah untuk kampanye atau bukan.

"BPN Prabowo ternyata tidak ramah anak-anak karena telah melakukan praktik bullying politik pada balita. Ini menunjukkan mereka sudah mulai kalap. Apapun yang terkait dengan Pak Jokowi di bullying termasuk Jan Ethes," kata Ace melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Rabu (30/1).

BPN sangat tahu soal Jan Ethes yang kerap menjadi magnet, sementara hal itu tidak dimiliki Prabowo maupun Sandi. BPN, lanjut Ace, sulit menjual sosok Prabowo dari sisi kemanusiaannya karena sudah tergambar sebagai pribadi yang ambisius, pemarah juga tidak bisa mengendalikan diri. Dengan kata lain, BPN dianggap gagal merebranding New Prabowo.

Baca juga: Kehadiran Jan Ethes Bikin Kubu Prabowo Panik

Ace menganggap kehadiran Jan Ethes di setiap momen bersama Jokowi dan menjadi perhatian media adalah sesuatu yang wajar. Kakek mengajak main cucu menjadi sesuatu kegiatan yang normal, seperti halnya keluarga lain di Indonesia. Sayangnya, ucap Ace,  Prabowo tidak memiliki cucu yang bisa diajak bermain. BPN pun panik melihat popularitas Jan Ethes.

"Saya kira setiap rakyat Indonesia berhak mengetahui siapa pemimpinnya dan bagaimana membangun keluarga yang harmonis. Ingat, keluarga itu merupakan fondasi utama ketahanan bangsa. Keluarga yang kokoh merupakan cermin dari negara yang kokoh pula. Kalau mengelola keluarga saja bisa bubar, bagaimana membangun bangsa Indonesia yang sebesar ini bisa kuat," tuturnya.

Ace menegaskan Jokowi tidak pernah mengajak Ethes dalam kegiatan kampanye ataupun politik. Pihaknya pun menyebut pikiran BPN penuh dengan syakwasangka dan pikiran negatif termasuk ingin membully balita.

"Sebaliknya kita selalu menonton partai-partai pendukung paslon 02 selalu membawa anak-anak dalam kampanye. Mereka justru melalukan pelanggaran serius terhadap hak-hak anak," pungkasnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya