Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN : Survei Puskaptis Untuk Menggiring Opini

Akmal Fauzi
29/1/2019 19:48
TKN : Survei Puskaptis Untuk Menggiring Opini
(MI/RAMDANI)

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei partisan.

Publik juga diminta membandingkan dengan hasil dari lembaga survei lainnya.

Hal itu dikatakan Ace menanggapi hasil survei Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) terkait elektabilitas capres dan cawapres yang baru dirilisnya.

“Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/1).

Ace menjelaskan, Puskaptis merupakan lembaga survei yang memiliki rekam jejak memenangkan Prabowo dalam hitungan cepat pada Pilpres 2014 lalu yang akhirnya membuat Prabowo dan para pendukungnya sujud syukur kemenangan.

Baca juga : TKN: Publik Jangan Mau Dikelabui Survei Puskaptis

Padahal, lembaga-lembaga survei lainnya, saat itu mengatakan pasangan Jokowi-Jusuf Kallag (JK) yang menang dalam hitung cepat dan sesuai dengan hasil perhitungan KPU.

“Jadi tentang hasil survei Puskaptis itu anggap saja untuk nyenengin Pak Prabowo saja. Tidak usah dipercaya. Ini menjadi bagian dari penggiringan opini menyesuaikan dengan survei internal paslon 02,” tegas Ace

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid mengemukakan paslon 01 mendapatkan respons publik sebesar 45,90% dan paslon 02 meraih 41,80%.

Sementara, mereka yang belum menentukan sikap (swing voter) namun akan berpartisipasi pada perhelatan pesta demokrasi mencapai 12,30%.

Menurut dia, survei dilakukan secara proporsional dan menyasar publik yang punya hak pilih, seperti berusia 17 tahun atau sudah menikah, terdaftar di KPU sebagai pemilih, serta random di tingkat RT/RW hingga kabupaten/kota dengan penyebaran wilayah desa dan perkotaan 50:50. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya