Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Menristekdikti: Dosen Jangan Berpolitik Dalam Kampus

Rudi Kurniawansyah
29/1/2019 19:06
Menristekdikti: Dosen Jangan Berpolitik Dalam Kampus
(MI/Rudi Kurniawansyah )

MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan kepada para dosen dan akademisi yang masih berpolitik praktis di dalam kampus agar segera keluar dari kampus.

Nasir juga meminta dosen tidak bersikap menakuti-nakuti, menebar pesimisme, serta menghasut mahasiswa bahwa Indonesia akan bubar dan hancur.

"Kampus tidak boleh untuk ajang politik. Sebab kampus bukan ajang politik. Dosen yang berpolitik praktis di kampus maka Rektor yang harus bertanggung jawab," tegas Menristekdikti usai peresmian progran studi pulp dan kertas di kampus Universitas Riau, Pekanbaru, Selasa (29/1).

Nasir menjelaskan, pihaknya menemukan ada dosen yang kerap menakuti mahasiswa saat mengajar.

Baca juga : Menristekdikti Resmikan Prodi Pulp dan Kertas Pertama

Dengan berkedok alasan ilmiah, dosen dalam belajar-mengajar memaparkan seolah-olah Indonesia akan bubar dan hancur.

"Jangan dosen saat mengajar menakuti-nakuti mahasiswa. Bilang Indonesia bubar. Dosen itu harus baik. Jangan datang lambat keluar cepat. Tapi jadilah contoh teladan mahasiswa," ungkapnya.

Menristekdikti menambahkan, kampus sebagai ruang ilmiah menggali riset dan ilmu pengetahuan harus bebas dari kegiatan politik praktis.

Apabila tetap ada dosen dan akademisi yang memanfaatkan kampus sebagai tempat politik praktis maka harus keluar dari kampus.

"Mereka tetap berpolitik silahkan keluar dari kampus. Tetapi jika itu adalah individu yang ingin berpolitik, itu adalah hak individu masing-masing," ungkapnya.(Ol-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya