Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jubir TKN Sebut Prabowo Jalankan Politik Teater

Insi Nantika Jelita
27/1/2019 15:42
Jubir TKN Sebut Prabowo Jalankan Politik Teater
( MI/Susanto)

JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf Ace Hasan Syadzily menyebut capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menjalankan politik teater. Diketahui, Prabowo menyampaikan pidato yang menyinggung soal menumpuknya utang dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi untuk dirinya dan cawapres Sandiaga Uno di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1).

Menurut Ace, rakyat bisa melihat secara transparan berapa utang pemerintah. Utang pemerintah pada Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Total utang pemerintah yang sebesar Rp 4.418,30 triliun itu sama dengan 29,98% dari produk domestik bruto (PDB) yang berdasarkan data sementara Rp 14.735,85 triliun.

"Itu berarti utang pemerintah masih aman alias jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60% dari PDB. Jelas Prabowo menyampaikan informasi yang telah didramatisasi kepada rakyat. Tujuannya jelas mencoba menjalankan politik Teater untuk menambah suara,"ujar Ace dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (27/1).

Lebih lanjut Ace mejabarkan perihal pemerintah yang telah melakukan pengelolaan utang dengan hati-hati dan akuntabel, seiring dengan dijalankannya reformasi struktural serta bauran kebijakan moneter, fiskal, makro prudensial, dan koordinasi yang baik antara Pemerintah dengan Bank Indonesia. Yang berdampak pada diberikannya peringkat Investment Grade kepada Indonesia oleh tiga lembaga pemeringkat kredit utama di dunia.

Baca juga: Timses Prabowo kembali Tebar Hoaks soal Utang

Dengan peringkat Investment Grade tersebut, kata Ace Pemerintah dapat menekan cost of fund utang di tengah kondisi pasar keuangan yang volatile pada tahun 2018 lalu.

"Soal pemanfaatan utang, pemerintah melakukannya secara akuntabel dengan menggunakan utang untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang sifatnya produktif, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,"jelas Ace.

Dalam mengelola utang, menurutnya, Pemerintah selalu melakukan analisis cost and benefit dengan membandingkan antara biaya utang dengan manfaat (return)-nya. Biaya utang pemerintah yang saat ini sekitar 8%, tercatat masih relatif jauh di bawah imbal hasil yang dihasilkan oleh dampak kegiatan infrastruktur, yang menurut kajian McKinsey tahun 2016 sebesar 20% dan return yang dihasilkan oleh dampak kegiatan pendidikan, yang menurut kajian Bank Dunia tahun 2002 sebesar 22%.

"Hal ini menunjukkan bahwa utang Pemerintah digunakan untuk kegiatan yang benar-benar produktif.Dari data faktual tersebut, jelas Prabowo berbohong dengan memberikan informasi yang tidak benar."tandasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya