Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai terbesar yang suaranya terpecah dalam dukungan capres-cawapres. Hasil survei Indikator yang dilakukan pada 16-26 Desember 2018 menyebutkan sebanyak 53,7% mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan 43,2% di antaranya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sekjen PPP, Arsul Sani, menilai wajar apabila saat ini seluruh kadernya belum total mendukung Jokowi-Amin. Salah satu alasannya, kata Arsul, karena partainya saat Pemilu 2014 lalu memberikan dukungan pada Prabowo-Hatta.
Baca juga: TKN Persilakan Bawaslu Usut Dana Jokowi Beli Sabun Rp2 Miliar
"Jadi kalau dikatakan masih tinggi, wajar saja terutama untuk PPP dan Golkar karena ini memang ini ada shifting position dari yang awalnya ke Pak Prabowo, lalu kemudian kepada Pak Jokowi," kata Arsul di gedung DPR, Jakarta, Kamis, (24/1).
Namun, Arsul mengatakan bahwa saat ini jumlah dukungan dari kader PPP kepada Jokowi-Amin terus meningkat. Hasil survey internal PPP saat ini menyatakan jumlah kadernya yang mendukung Jokowi-Amin sudah mencapai 85%. Jumlah itu meningkat drastis sejak PPP baru menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Saat itu jumlah kader PPP yang setuju baru sekitar 30%.
"Tingkat dukungan meningkat terus. Kalau di struktur sudah 85% lah ke Pak Jokowi, artinya mulai dari DPP sampai tingkat ranting. Tapi kan kalau survei basisnyakan akar rumput, bukan struktur. Jadi kalau dari sisi struktur boleh dibilang tidak ada masalah," ujar Arsul.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei tersebut juga disebutkan hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang 100% mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 tersebut. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved