Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN: Serang Jokowi, Timses Paslon 02 Mengais Isu Lama

Micom
24/1/2019 13:57
TKN: Serang Jokowi, Timses Paslon 02 Mengais Isu Lama
(MI/Ramdani)

TIM sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 mengais isu-isu lama yang sudah dipakai berulang kali sejak Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2014 untuk menyerang Joko Widodo. Salah satunya, isu mobil Esemka yang kembali dikulik dengan narasi khas Prabowo.

"Kali ini meminjam loudspeaker seperti Said Didu yang pernah menduduki komisaris pada pemerintahan Jokowi. Apa yang disampaikan Said Didu juga tidak baru. Dia hanya mengemasnya dalam narasi-narasi politik khas Prabowo. Isu mobil Esemka didaur ulang lagi oleh petualang politik,mengais-ngais isu-isu lama yang tidak laku," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin Ace Hasan Syadzily, Kamis (24/1).

Ace menyebut Said Didu menuduh Jokowi bohong secara terus menerus, seperti gaya kampanye Donald Trump. Timses paslon 02 ingin narasi bohong dan ingkar janji disemprotkan secara terus menerus agar dianggap sebagai kebenaran.

Dengan teknik daur ulang, ujar Ace, mereka tidak pernah peduli fakta tentang mobil esemka. Padahal, beberapa waktu lalu Pak Jokowi menegaskan mobil esemka adalah industri mandiri (swasta bukan milik pemerintah).

"Dan mobil Esemka bukan merupakan program pemerintah atau janji Jokowi. Kenapa mobil esemka lekat dengan Pak Jokowi? Karena itu adalah kreasi anak bangsa (percobaan anak-anak SMK di solo)," tutur Ace.

Baca juga: TKN Persilakan Bawaslu Usut Dana Jokowi Beli Sabun Rp2 Miliar

Lekatnya Jokowi dengan Esemka, karena ia sosok pemimpin yang mampu memberikan motivasi kepada anak bangsa dan ingin membuat bangsa Indonesia mandiri di bidang manufaktur. Ketika itu, Pak Jokowi dan wali kota FX Rudy memberi dukungan dengan memakai Esemka sebagai mobil dinas.

Ace menambahkan industri baru dan lokal jika tidak diberi dukungan dari pemangku kebijakan, pasti akan tergilas atau mendapat gempuran yang berarti dari industri mobil lain yang sudah mapan.

"Sejak masih di Solo, mobil esemka milik sekolah yang bekerja sama dengan industri swatsa, pemerintah hanya mendukung dari segi regulasi hingga mendapat putusan lulus uji emisi dan buang. Pak Jokowi pun tak pernah mengatakan itu programnya saat di Pilpres 2014. Ini isu murni karangan kubu Prabowo untuk menjatuhkan Jokowi," terangnya.

Akan tetapi, strategi itu tidak berhasil. Rakyat tidak pervaya dengan narasi manipulatif dari Prabowo. Sementara mobil esemka terus bergulir hingga membentuk perusahaan PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), yang membangun pabrik perakitan di Cileungsi Jabar dan Boyolali Jateng.

Hingga saat ini, lanjut Ace, mobil masih dalam proses produksi di bawah kendali PT ACEH yang merupakan perusahaan swasta.

"Suara Said Didu mengungkapkan strategi besar Prabowo untuk meniru Donald Trump, dengan menyalurkan hoaks dan tuduhan pihak lawan mereka yang berbohong," pungkasnya.(RO/OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya