Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Nugroho Prasetyo Ketua Umum Partai Rakyat yang Sah

Micom
23/1/2019 18:41
Nugroho Prasetyo Ketua Umum Partai Rakyat yang Sah
(Ist)

JURU bicara Partai Rakyat Petrodes M Mega D Keliduan mengatakan orang yang memimpin organisasi yang menaunginya, ialah Nugroho Prasetyo. Petrodes mengatakan I Ketut Tenang agar tidak lagi melakukan kegiatan politik apapun yang mengatasnamakan Partai Rakyat.

"Kami mengumumkan kepada seluruh kader Partai Rakyat dan seluruh warga masyarakat bangsa Indonesia bahwa Nugroho Prasetyo adalah Ketua Umum Partai Rakyat yang sah. Jika Saudara I Ketut Tenang masih mengatasnamakan Partai Rakyat, maka kami akan segera menempuh jalur hukum," beber Petrodes M Mega D Keliduan di Jakarta, Selasa (22/1).

Petrodes mengatakan dalam rapat konsolidasi para ketua DPD Partai Rakyat seluruh Indonesia pada Desember 2018 dan pada 12 Januari telah dibuat pernyataan bersama yang isinya, memberhentikan dengan hormat Ketut Tenang dari jabatan Ketua Umum Partai Rakyat lalu mengangkat Nugroho Prasetyo sebagai penggantinya.

Partai Rakyat, didirikan empat tahun lalu oleh sejumlah pendiri termasuk Nugroho sebagai pendiri utama. Pada mulanya partai itu memang dipimpin Nugroho dan selanjutnya pada 2017, dia menyerahkan pucuk pimpinan sementara kepada Ketut Tenang karena alasan pribadi. Pada waktu itu, Nugroho dan para pengurus DPP lainnya memberikan tugas penting kepada Ketut Tenang agar partainya lolos verifikasi Pemilu 2019, namun Ketut Tenang gagal.

Kegagalan itu memunculkan reaksi kekecewaan dari seluruh pengurus DPP Partai Rakyat, termasuk Nugroho dan jutaan kader. Alasan lain, sebut Nugroho, pertama, secara sepihak, Ketut Tenang  membuat keputusan untuk mendukung pengusaha berinisial SA menjadi Cawapres Joko Widodo.

Baca juga: Partai Rakyat Deklarasi Dukungan Jokowi - Ma'ruf Amin 8-12 Februari 2019

Kedua, Ketut Tenang melakukan pergantian pengurus DPP dan ketua-ketua DPD tanpa melalui mekanisme partai. Ketiga, Ketut Tenang membuat kongres tandingan Partai Rakyat lalu mengangkat Baharudin Utih menjadi sekretaris jenderal. Keempat, ada indikasi kuat Ketut Tenang menjual partai kepada SA.

"Kami mohon kepada seluruh kader Partai Rakyat untuk tetap tenang. Mari kita sama-sama berdoa dan fokus ke tanggal 8 - 12 Februari untuk kongres Partai Rakyat sekaligus deklarasi organisasi sayap partai bernama Front Pembela Rakyat. Di akhir kongres kita akan mendeklarasikan secara resmi dukungan kepada Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Mohon doanya pula agar Pak Jokowi, Pak Ma’ruf Amin dan lainnya bisa hadir," pungkas Nugroho.(RO/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya