Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden nomor urut 02 Ma'ruf Amin disarankan untuk berkampanye "door to door" secara masif kepada akar rumput Nahdlatul Ulama (NU) menjelang hari-H pemilu serentak, 17 April 2019.
"Kiai Ma'ruf harus memanfaatkan waktu 3 bulan ini untuk berkampanye 'door to door' menyapa masyarakat, khususnya nahdiyin (warga NU)," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Jakarta, Selasa.(22/1)
Menurut dia, pendekatan "door to door" itu penting lantaran suara pasangan Jokowi-Ma'ruf masih kecil di beberapa daerah, seperti di Jawa Barat dan Banten.
Ia menduga kecilnya suara Jokowi/Ma'ruf karena masih maraknya hoaks di dua provinsi tersebut.
"Makanya, serang melalui darat dengan turun langsung ke lapangan. Paparkan konsep kejahteraan, termasuk program yang sudah sukses dilakukan Jokowi dalam program PKH, KIS, KIP, dan lain-lain," tuturnya.
Baaca juga : Jokowi-Ma'ruf Tampilkan Visi-Misi Terbaik
Khusus kalangan pesantren, kata Ujang, Kiai Ma'ruf bisa menyosialisasikan pengembangan entrepreneur di kalangan santri atau juga rencana pemberian beasiswa kepada para santri agar bisa kuliah hingga ke luar negeri.
Selain itu, menurut dia, membangun narasi optimisme juga penting disampaikan dengan tolak ukur dan pijakan kinerja Jokowi selama lebih dari 4 tahun terakhir serta berangkat dari kepuasan masyarakat terhadap Jokowi.
"Catatannya, Kiai Ma'ruf harus menyosialisasikan keberhasilan keberhasilan Jokowi dengan lebih soft untuk menghindari bullying dan gorengan isu pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi," ucapnya. (Ant/OL-8)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved