Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Divisi Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuturkan pihaknya menghormati sikap politik yang diambil oleh salah satu kadernya yang membelot dengan mendukung Jokowi-Amin.
Terbaru ialah Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis yang mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Amin. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pembahasan di tingkat dewan kehormatan terkait sikap tersebut.
"Kami hormati sebagai sikap politik dan dalam waktu dekat mungkin ada pembahasan di dewan kehormatan apakah diambil tindakan atau tidak terhadap beliau, tetapi saya pikir bahwa hal yang sama juga akan diputuskan sama dengan Deddy Mizwar, membiarkan mereka seperti itu," ujarnya saat ditemui di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (22/1).
Terkait sanksi terhadap kadernya, pihaknya mengaku masih akan membahas setelah pemilu usai. Adanya hal tersebut pun diklaim sebagai cara agar tidak terjadi konflik internal di pihaknya.
Baca juga: Demokrat Dalami Dukungan Wali Kota Cirebon ke Jokowi
Dirinya pun menuturkan adanya dukungan tersebut tidak memengaruhi basis suara dari kubu paslon Prabowo-Sandi. Pasalnya, dirinya mengklaim di kawasan tersebut merupakan basis pendukung paslon nomor urut 02.
"Mungkin belum ada sanksi saat ini tapi mungkin pascapilpres kita akan bicara tentang sanksi. Tapi saat ini kita tidak ingin membuat konflik di internal. Kita ingat mencatatnya mencermatinya ke depannya seperti apa," ungkapnya.
Sebelumnya, salah satunya kader Demokrat yakni Nasrudin Aziz yang merupakan Wali Kota Cirebon baru-baru ini mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Amin. Seperti diketahui, Partai Demokrat merupakan salah satu partai koalisi yang tergabung dalam mengusung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.(OL-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved