Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI partai koalisi, Gerindra masih memercayai keseriusan Demokrat dalam mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski tidak satu dua kali kader Demokrat menyatakan penolakan untuk mengikuti keputusan partai pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 tersebut.
"Demokrat dan SBY sudah bulat bersama BPN (Badan Pemenangan Nasional)," ujar Ketua DPP Gerindra, Sodik Mudjahid, ketika dihubungi, Selasa, (22/1).
Baca juga: PDIP Paling Loyal ke Jokowi, Demokrat tak Loyal ke Prabowo
Sodik mengatakan, keseriusan Demokrat untuk melangkah bersama BPN untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga tidak perlu dipertanyakan. Khususnya, sikap SBY yang teguh mendukung Prabowo-Sandiaga.
Terkait dengan adanya kader Demokrat yang mendeklarasikan diri mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Sodik menyerahkan penyelesaiannya pada mekanisme internal partai. Gerindra atau partai lain di koalisi menyerahkan hal itu pada DPP Demokrat.
"Kami percaya pasti partai Demokrat akan melakukan tindakan internal sesuai AD/ ART partai Demokrat," ujar Sodik.
Seperti diketahui, partai Demokrat kembali dipertanyakan komitmennya dalam mendukung Prabowo-Sandiaga. Salah satunya, karena Demokrat secara terang-terangan membiarkan kadernya membelot dengan mendukung Jokowi-Amin. Terbaru, Walikota Cirebon, Nasrudin Azis mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Amin. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved