Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin menegaskan jika ada pihak yang mengatakan Presiden Jokowi tidak mencintai ulama maka itu adalah orang yang sedang bengong.
"Kalau ada yang mengatakan beliau tidak cinta ulama, tidak cinta Islam, orang itu lagi bengong. Wakilnya saja kiai," kata Ma'ruf saat menghadiri acara Ngawi Bersholawat di Ngawi, Jawa Timur, Senin (21/1) malam.
Ma'ruf mengatakan keputusan Jokowi mengangkatnya sebagai cawapres merupakan bukti Jokowi sosok yang mencintai dan menghargai ulama serta merupakan bentuk penghormatan terhadap Nahdlatul Ulama.
"Padahal, presiden bisa mengangkat wakilnya dari politisi, dari profesional atau dari pengusaha atau dari TNI/Polri, tapi beliau mengangkat saya, ulama, santri, berarti beliau mencintai ulama dan santri," ujar Ma'ruf.
Baca juga: Lihat Antusias Warga Ngawi, Kiai Ma'ruf Makin Yakin Menang Telak di Jatim
Lebih jauh, Ma'ruf mengatakan dirinya bersedia menjadi cawapres karena Presiden Jokowi sedang berbuat banyak dan akan berbuat lebih banyak lagi untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Beliau membangun prasarana, sarana, jalan tol dari Merak, Banten, sampai Pasuruan menyambung. Tidak ada Presiden yang bisa membangun Trans-Jawa, Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi sampai Trans-Papua yang dulu tidak pernah disentuh," kata dia.
Ma'ruf menyatakan dirinya tahu ada pihak yang menganggap kerja presiden tidak ada. Dia meminta orang tersebut untuk bangun dari tidur. "Ada yang bilang itu tidak ada. Sudah jelas kayak begitu, berarti ente tidur. Bangun, jangan tidur, ojo turu, supaya bisa melihat prestasi-prestasi yang bisa dilakukan pak Jokowi," ujar Ma'ruf. (OL-7)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved