Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, pihaknya masih mendalami dukungan dan deklarasi Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Nasrudin Azis kepada pasangan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kami masih mencari sebab musababnya terkait deklarasi pak Azis (Nasrudin Azis, Wali Kota Cirebon)," kata Kang Hero, sapaan akrab Herman Khaeron di Cirebon, Senin (21/1).
Hero menuturkan dirinya tidak mendapatkan pemberitahuan terkait adanya deklarasi dukungan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.
Ia juga mengaku tidak tahu tentang alasan yang pasti mengenai deklarasi dukungan yang dilakukan oleh Ketua Majelis Pertimbangan DPC Demokrat Kota Cirebon itu.
"Ini semua mendadak dan tanpa adanya pembicaraan dan pemberitahuan sama sekali kepada kami," ujarnya.
Hero mengaku sudah berkomunikasi dengan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua DPC Demokrat Kota Cirebon Handarujati Kalamullah, untuk menyikapi sikap politik kadernya itu.
Baca juga : Tak Percaya Hasil Survei, Partai Demokrat Tetap Solid Dukung Prabowo
"Saya masih mau tahu dulu alasannya apa, karena akhirnya banyak asumsi yang berkembang. Apalagi deklarasinya cukup mendadak," katanya.
Ia mengaku secara khusus ditunjuk oleh Partai Demokrat untuk mendalami persoalan deklarasi Wali Kota Cirebon untuk mendukung pasangan nomor urut 01.
Hero menambahkan, sebenarnya dia berencana akan bertemu dengan Nasrudin Azis secara langsung, namun ternyata yang bersangkutan sedang berada di luar kota.
"Secepatnya kami akan bertemu dengan pak Azis, namun saat ini pak Azis ada di luar kota," kata Hero. (Ant/Ol-8)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved