Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PDIP Paling Loyal ke Jokowi, Demokrat tak Loyal ke Prabowo

Akmal Fauzi
21/1/2019 17:07
PDIP Paling Loyal ke Jokowi, Demokrat tak Loyal ke Prabowo
(Ist)

SELAIN merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Lembaga Survei Median juga membeberkan loyalitas partai koalisi pengusung di Pilpres 2019.

Hasilnya, partai koalisi Joko Widodo -Ma’ruf Amin yang paling loyal mendukung paslon nomor urut 01 tersebut adalah PDI Perjuangan disusul NasDem. Sementara, partai Gerindra menjadi yang paling loyal untuk koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: 3 Pertimbangan Ma'ruf Amin Bersedia Jadi Cawapres Jokowi

Sebanyak 94,3% konstituen PDI Perjuangan memilih Jokowi-Amin. Sementara yang memilih Prabowo-Sandiaga 4,8%. Disusul NasDem dengan konstituennya yang memilih Jokowi sebanyak 74,3%. Partai koalisi lainnya seperti Hanura, konstituennya yang memilih Prabowo cukup tinggi yakni sebanyak 45,7%. Sementara yang memilih Jokowi 47,3%.

“Begitu pun dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai baru kurang agresif mendukung Jokowi, konstituen yang memilih Prabowo mencapai 31,3%. Sementara yang memilih Jokowi 52,9%,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (21/1).

Untuk koalisi Prabowo-Sandiaga, Gerindra menjadi yang terloyal. Konstituennya yang memilih pasangan nomor urut 02 itu mencapai 87,1%, Sementara yang memilih Jokowi hanya 5,6%. Partai Demokrat, konstituen yang berbeda pilihan dengan partai berlambang mercy itu cukup tinggi memilih Jokowi yakni mencapai 37,9%.

Rico menjelaskan, salah satu faktor parpol koalisi yang bersebrangan pilihan baik Jokowi maupun Prabowo, yakni ada konflik internal yang terjadi di parpol itu. Misalnya, kata Rico, persoalan beberapa kader Demokrat yang membelot mendukung Jokowi. “Faktor gagalnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) menjadi cawapres mendampingi Prabowo itu masih ada bekasnya. Sementara untuk Hanura itu faktor terlihat ada konflik di internalnya,” jelas Rico

Ia menekankan, kedua paslon agar bisa mengevaluasi dukungan dari parpol koalisi. “Selain menyiapkan mesin partai, harus juga mengoptimalkan relawan yang di luar partai. Sehingga di waktu yang kurang dari 90 hari ini, baik paslon 01 dan 02 itu bisa menambal kekurangan partai politik yang mendukungnya,” jelas Rico. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya